Kisah Heroik Paus Bungkuk Menyelamatkan Ilmuwan dari Hiu Macan
Sebuah kisah nyata yang hampir tak masuk akal datang dari seorang ilmuwan paus ternama, Nan Hauser. Ia nyaris menjadi mangsa hiu raksasa saat berenang di perairan Rarotonga, Kepulauan Cook, Samudra Pasifik. Insiden ini menjadi bukti nyata perilaku altruistik pada mamalia laut.
Awalnya, Hauser sedang melakukan dokumentasi bawah laut dan mendekati dua ekor paus bungkuk. Tiba-tiba, salah satu paus berenang mendekatinya dengan kecepatan tinggi. Paus raksasa itu kemudian berusaha mendorong dan menyingkirkan Hauser menggunakan siripnya yang penuh teritip tajam gerakan yang sangat berbahaya mengingat tubuh paus bisa berbobot puluhan ton.
Hauser mengira ajalnya akan segera tiba. Situasi mencekam ketika paus itu mendorong tubuhnya hingga keluar dari air dan menempatkannya di atas punggungnya. Setiap kali Hauser berusaha berenang menjauh, paus itu terus membawanya kembali.
Setelah berhasil menjaga jarak sejenak, Hauser akhirnya memahami alasan di balik perilaku aneh paus tersebut. Dari kejauhan, ia melihat dua makhluk besar, dan salah satunya bergerak aneh. Setelah diamati, ternyata itu adalah seekor hiu macan (tiger shark) yang sangat buas dan berukuran sangat besar.
"Aku sudah seumur hidup di laut dan sering melihat hiu macan," kata Hauser dalam wawancaranya dengan BBC Earth. "Tapi yang satu ini seperti truk besar sekali, dan sedang menuju ke arahku."
Hauser pun menyadari bahwa paus itu sebenarnya sedang berusaha melindunginya. Saat paus menempatkannya di bawah sirip, itu adalah upaya untuk melindungi tubuh Hauser dari hiu yang mendekat. Puncaknya, paus tersebut mengangkat Hauser dan membawanya kembali ke perahu, menjauhkannya dari bahaya.
"Sampai hari ini aku masih tidak percaya hal itu benar-benar terjadi. Sebagai ilmuwan, rasanya bahkan lebih sulit dipercaya," ujar Hauser. Perilaku paus bungkuk ini merupakan contoh altruisme yang luar biasa, di mana mereka menolong makhluk lain tanpa mengharapkan imbalan.
Kisahnya tidak berakhir di situ. Secara menakjubkan, satu tahun kemudian, Hauser bertemu kembali dengan paus penyelamatnya itu. Saat mendapat laporan adanya paus di area yang sama, Hauser segera menuju lokasi dan mengenali paus itu dari dua lekukan khas di ekornya.
"Dan tiba-tiba paus itu muncul di sisi perahu," kenang Hauser. "Ia mengabaikan semua orang di atas kapal, menatap langsung ke arahku." Hauser pun segera menyelam dan paus itu menyambutnya dengan mendorong tubuhnya dengan lembut, seperti anjing yang merindukan majikannya.
Dengan berat mencapai puluhan ton, "pelukan" itu mungkin menjadi yang terbesar di dunia. Hauser berharap bisa bertemu lagi dengan sahabat lautnya itu. "Aku merindukannya," katanya.
Artikel Terkait
Koktail Berasap Berujung Tragis, Lambung Pria Ini Pecah Usai Teguk Nitrogen Cair
Petrichor: Aroma Hujan yang Menenangkan Pikiran dan Mengembalikan Keseimbangan
Nyanyian Leluhur: Ritme Kuno Indri Madagaskar yang Menggemakan Musik Manusia
Uban Bisa Dibalik? Rahasianya Ternyata pada Sel yang Macet