“Mitigasi harus disiapkan sejak awal, termasuk rekayasa jalur apabila terjadi gangguan, kesiapan SAR dan evakuasi, hingga penentuan lokasi pengungsian yang aman bagi masyarakat,” tegasnya.
Di sisi lain, persiapan menghadapi musibah tidak boleh mengganggu layanan utama Nataru. Dalam pertemuan itu, Sigit juga menyimak paparan dari manajemen KAI Daop IV Semarang tentang kesiapan operasional dan prediksi lonjakan penumpang. Kerja sama lintas sektor Polri, TNI, pemda, hingga operator transportasi disebutnya sebagai kunci utama.
“Di tengah ancaman bencana, pelayanan Nataru tetap harus berjalan optimal,” pungkas Sigit. Baginya, kehadiran negara di saat-saat seperti ini diukur dari soliditas dan sinergi semua pihak di lapangan.
Artikel Terkait
AC Milan Kalahkan Torino 3-2, Juventus Tertahan Imbang Sassuolo
Estimasi Pajak Tahunan Honda Vario 125 Street di Jakarta Capai Rp 369 Ribu pada 2026
KPK Pindahkan Yaqut Cholil Qoumas ke Tahanan Rumah untuk Sementara
Megawati dan Prabowo Gelar Pertemuan Teman Lama di Istana Merdeka Jelang Lebaran