Pimpinan Danantara dan BRI Turun Langsung Bantu Korban Banjir Aceh Tamiang

- Minggu, 21 Desember 2025 | 18:55 WIB
Pimpinan Danantara dan BRI Turun Langsung Bantu Korban Banjir Aceh Tamiang

Kabupaten Aceh Tamiang masih berusaha bangkit. Wilayah ini termasuk yang paling parah dilanda banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Aceh beberapa waktu lalu. Di tengah kondisi itu, upaya bantuan terus mengalir, salah satunya dari Danantara dan BRI.

Pada Jumat (19/12/2025) lalu, tampak langsung dua pimpinan turun ke lokasi. Dony Oskaria, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, bersama Direktur Utama BRI Hery Gunardi, menyerahkan bantuan langsung kepada pemerintah setempat dan warga terdampak. Penyaluran dilakukan lewat Posko BUMN Peduli di Kecamatan Karang Baru dan Kota Kuala Simpang.

Tak cuma menyalurkan barang, mereka juga mengerahkan relawan. Para relawan ini terjun ke berbagai titik bencana untuk memastikan bantuan sampai ke tangan yang membutuhkan.

Dalam kesempatan itu, Dony Oskaria menegaskan komitmen mereka.

“BUMN adalah milik rakyat Indonesia. Oleh karena itu, setiap kali rakyat membutuhkan, kehadiran kami bukanlah pilihan, melainkan kewajiban. Sejak awal terjadinya bencana, kami menegaskan bahwa kehadiran BUMN bukan sekadar pelengkap, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab sebagai perusahaan milik negara,” ujarnya.

Di sisi lain, Hery Gunardi menjelaskan bahwa respons BRI sudah dimulai sejak dini. Beberapa unit kerja terdekat langsung bergerak melakukan pemetaan kebutuhan di lapangan. Tujuannya jelas: agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kondisi di sana.

“Komitmen kami tidak berhenti di situ,” tambah Hery.

“Kami juga akan aktif mendukung pemulihan jangka menengah dan panjang.”

Nah, untuk tahap pemulihan ini, BRI punya program khusus bernama BRI Peduli. Program ini akan difokuskan pada perbaikan infrastruktur penting di wilayah-wilayah yang paling terdampak.

Rencananya, di Aceh akan ada renovasi untuk fasilitas pendidikan, puskesmas, dan layanan publik. Sistem air bersih dan sanitasi yang rusak juga akan diperbaiki. Sementara di Sumatera Utara, fokusnya pada renovasi sekolah dan puskesmas, plus perbaikan sarana air bersih. Untuk Sumatera Barat, upaya akan diarahkan pada perbaikan ruang kelas, fasilitas kesehatan, serta rehabilitasi drainase dan jalan lingkungan. Tak ketinggalan, pembangunan hunian sementara juga akan dilakukan, terutama di Aceh dan Sumut.

Sebelum masuk ke fase pemulihan, tentu ada fase tanggap darurat yang krusial. Dan di fase itu, BRI sudah lebih dulu bergerak. Mereka mendirikan posko, membagikan survival kit, sembako, obat-obatan, pakaian, hingga kasur dan selimut. Bahkan perahu karet dikerahkan untuk menjangkau daerah yang terisolasi banjir.

Angkanya cukup signifikan. Hingga 18 Desember 2025, BRI Group tercatat telah melakukan 40 aksi tanggap darurat, didukung 5 posko darurat. Bantuan yang disalurkan mencakup ribuan paket makanan siap santap, puluhan ribu paket sembako, ratusan survival kit, serta ribuan kasur dan selimut. Mereka juga mendistribusikan puluhan truk air bersih, ribuan paket obat, dan ribuan peralatan kebersihan.

Secara total, program bantuan ini telah menjangkau lebih dari 70 ribu jiwa.

Menutup penjelasannya, Hery Gunardi kembali menekankan peran mereka.

“BRI yang menjadi bagian ekosistem dari Danantara berharap dapat memberikan dampak yang lebih luas dan berkesinambungan bagi masyarakat terdampak bencana. Langkah ini sekaligus menegaskan peran BRI yang senantiasa hadir, peduli dan berkontribusi nyata dalam setiap fase penanganan bencana,” pungkasnya.

Upaya di Aceh Tamiang ini, meski baru satu titik, menggambarkan upaya yang lebih besar. Sebuah langkah nyata dari perusahaan milik negara untuk hadir di saat masyarakat paling membutuhkan.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar