Usai rapat kecil, Sigit menyapa para penumpang di ruang tunggu. Dengan senyum, dia membagikan goodie bag kepada beberapa keluarga yang terlihat menunggu kereta. Beberapa penumpang terkejut sekaligus senang melihat Kapolri datang langsung ke tengah mereka.
Tak lupa, ada penyerahan bantuan sosial simbolis. Paket itu diberikan kepada perwakilan petugas gabungan dari TNI, Polri, Dishub, hingga tenaga kesehatan KAI. Ini bentuk apresiasi sekaligus penguatan sinergi di lapangan.
Acara hari itu juga dihadiri Gubernur Jawa Tengah dan Kapolda setempat. Kehadiran Forkopimda ini menunjukkan kerjasama lintas sektor benar-benar dijaga untuk momen Nataru. Stasiun Tawang sendiri, sebagai stasiun tipe A di Kota Lama, bisa menampung hingga 10.000 orang. Makanya, Polri sengaja mendirikan Pos Pelayanan khusus di bawah Polrestabes Semarang di area stasiun.
Menurut sejumlah saksi, peninjauan seperti ini memberi efek psikologis yang positif. Masyarakat merasa lebih dilindungi, petugas di lapangan juga merasa diawasi sekaligus didukung. Pada akhirnya, semua langkah ini adalah wujud komitmen Polri. Mereka ingin perayaan pergantian tahun berjalan lancar, terutama di titik-titik transportasi umum yang selalu jadi pusat kerumunan.
“Kenyamanan dan keamanan penumpang adalah prioritas kami,” tegas Sigit sebelum meninggalkan stasiun yang semakin siang semakin ramai.
Artikel Terkait
Kolev Sarankan Herdman Utamakan Pemain Lokal di FIFA Series Jakarta
Puncak Arus Balik Lebaran di Lingkar Gentong Diprediksi H+2 dan H+3
Cucu Mpok Nori Tewas Dibunuh Mantan Suami Siri di Kontrakan
Arus Mudik Lebaran 2026 Meningkat 9,23%, Lebih dari 10 Juta Orang Gunakan Angkutan Umum