Mereka juga turun langsung ke lapangan dengan menggelar Operasi Pasar di beberapa titik. Harapannya, langkah ini bisa menjangkau masyarakat yang terdampak parah dan meratakan pasokan.
"Kami berharap dengan adanya Operasi Pasar ini, dapat meredakan panic buying di masyarakat, serta mencegah spekulan yang memanfaatkan momentum kritis ini dengan cara yang tidak baik," jelas Fahrougi.
Di sisi lain, pengawasan distribusi, khususnya untuk LPG Subsidi 3 kg, diperketat. Pertamina menggandeng pemerintah daerah, TNI, Polri, dan aparat terkait lainnya. Tujuannya untuk mencegah penyalahgunaan barang subsidi yang sangat vital bagi masyarakat kecil ini.
Fahrougi juga menyampaikan apresiasi. "Kami berterima kasih kepada Pemerintah setempat, TNI/POLRI dan aparat penegak hukum, Bakom RI, Media, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung Pertamina."
Terakhir, ia mengimbau partisipasi publik. Jika masyarakat menemukan indikasi penyalahgunaan LPG 3 kg, bisa melapor ke Pertamina Contact Centre 135.
"Laporan masyarakat akan ditindaklanjuti dan bersama-sama melindungi kebutuhan saudara-saudara kita semua," tutupnya.
Shifa Nurhaliza Putri
Artikel Terkait
Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II Capai 15,54 Persen, Target 112 Ribu Siswa
Kota Tua Jakarta Ramai Dikunjungi 18 Ribu Wisatawan Selama Dua Hari Libur Lebaran
Arus Balik Lebaran Mulai Terasa di Tol Cipali, Arah Jakarta Padat
Arus Balik Lebaran Mulai Padati Tol Cipali, Volume Kendaraan ke Jakarta Melonjak 161,5%