"Kita perlu cari waktu yang tepat untuk meluncurkannya. Semuanya nanti akan diproduksi secara CKD, itu fokus kami. Kapasitas pabrik kita sudah siap, bisa mencapai 50 ribu unit per tahun," jelasnya.
Secara global, pilihan produk MG sebenarnya sangat beragam. Mereka punya segalanya, mulai dari mobil konvensional (ICE), hybrid (HEV), plug-in hybrid (PHEV), hingga mobil listrik baterai murni (BEV).
Nah, soal model yang belum dijual resmi tapi sudah 'nongol' di pameran, beberapa nama bisa disebut. Misalnya MG S5 EV, MG3 HEV, dan MG5 HEV versi terbaru. Itu mungkin sebagian dari rencana besar mereka.
Yang menarik, meski pasarnya kecil, ternyata produk listrik mereka cukup laku.
"Sepanjang tahun ini, model BEV menyumbang 60 persen dari total penjualan kami," tandas Hary menutup pembicaraan.
Angka itu mungkin jadi petunjuk ke mana arah strategi mereka selanjutnya di pasar Indonesia yang penuh tantangan ini.
Artikel Terkait
Perang dengan Iran Borong Rp5,4 Triliun Anggaran Israel per Hari
Sopir Bus Relakan Mudik Demi Antar Penumpang Pulang Kampung
Rest Area KM 207A Cirebon Sepi Usai Arus Mudik Surut
Transaksi Jakarta Tembus Rp21 Triliun Selama Ramadan, Tertinggi di Jawa