Persiapan matang jadi kuncinya. Wisatawan diharap memastikan kendaraan dalam kondisi prima, menjaga stamina tubuh, dan sebisa mungkin menghindari jalur ekstrem atau daerah yang berpotensi rawan bencana. Yang tak kalah penting: cari informasi dari sumber yang terpercaya.
Fahmi menekankan, informasi di media sosial kerap tidak berimbang dan kadang sudah kedaluwarsa. "Wisatawan sebaiknya mencari informasi dari sumber resmi dan tepercaya, sehingga tidak terpengaruh oleh konten media sosial yang belum tentu akurat," ujarnya.
Di balik layar, upaya untuk menjaga keamanan juga terus digenjot. Disparbud Wonosobo aktif berkoordinasi dengan BPBD, DPUPR, hingga kepolisian. Tujuannya jelas: mitigasi bencana dan menyambut libur Natal-Tahun Baru dengan lebih siap.
"Dengan koordinasi lintas sektor ini, kami ingin memastikan bahwa masyarakat, pelaku usaha pariwisata, maupun wisatawan tidak perlu khawatir," jelas Fahmi.
Upaya lain yang dilakukan adalah pemasangan CCTV di sejumlah titik strategis. Pemantauan lewat kamera ini diharapkan bisa mengawasi arus lalu lintas dan kondisi perjalanan, sehingga potensi macet atau risiko lain bisa diantisipasi lebih awal.
"Pemantauan ini bertujuan agar arus lalu lintas di jalur wisata tetap terkendali, aman, dan nyaman bagi wisatawan," pungkasnya.
Artikel Terkait
DPR Gelar Rapat Khusus, Polisi Ungkap Foto Pelaku Penyiraman KontraS
Empat Prajurit BAIS TNI Ditahan Terkait Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
Menkes Imbau Pemudik Motor Istirahat Tiap 2-3 Jam untuk Antisipasi Kecelakaan di Jalur Arteri
Askrindo Berangkatkan Ratusan Pemudik Gratis dengan Asuransi Jelang Lebaran 2026