Di Bandara Rembele, Bener Meriah, suasana pagi itu berbeda dari biasanya. Bukan deru pesawat penumpang biasa yang terdengar, melainkan aktivitas bongkar muat yang sibuk. Sebuah pesawat Hercules TNI AU yang gagah bersiap mengangkut muatan khusus: puluhan karung berisi cabai merah menyala, ditambah tomat dan kol. Totalnya mencapai 14.000 kilogram hasil bumi yang harus segera diselamatkan.
“Melaporkan dukungan pesawat untuk mengangkut logistik dan personel di Bandara Rembele, Kabupaten Bener Meriah,” begitu bunyi keterangan resmi TNI Angkatan Udara, Rabu lalu.
Rupanya, ini bukan sekadar tugas rutin. Pengangkutan lewat udara ini jadi solusi darurat karena jalur darat ke Medan terputus total oleh bencana. Bayangkan saja, hasil panen yang mestinya jadi rezeki para petani, nyaris teronggok tak tersalurkan.
Pesawat Hercules bernomor A-1339 itu, dikemudikan oleh Kapten Pnb. Alwi, punya dua misi sekaligus. Selain mengangkut komoditas pertanian, pesawat juga menyediakan tumpangan bagi warga yang terdampak. Mereka menyiapkan sekitar 20 kursi, dengan prioritas tentu untuk kelompok yang paling rentan: orang tua, ibu-ibu, dan anak-anak.
Rutenya pun bolak-balik antara Bandara Rembele menuju Pangkalan Udara Soewondo di Medan.
Artikel Terkait
Persija Jakarta Di Ambang Rekrut Penyerang Muda Belanda, Mauro Zijlstra
Indonesia Kecam Serangan Israel di Gaza yang Tewaskan Puluhan Warga Sipil
Bogor Diguncang Tanah Bergerak, Sebelas Rumah Retak
Interpol Kejar Jurist Tan, Tersangka Korupsi Chromobook yang Kabur ke Luar Negeri