“Kami dari pemerintah pusat atas perintah Presiden, kami ingin memastikan logistik, sembako, semuanya bisa dilancarkan,” ujarnya.
“Entah nanti via jalur udara, darat, laut, pokoknya benar-benar kita usahakan untuk warga Gayo Lues.”
Namun begitu, tantangan di lapangan ternyata tak kecil. Gibran secara terbuka mengakui kendala infrastruktur yang serius menghambat distribusi bantuan. Puluhan jembatan putus membuat akses terhambat, bahkan memicu antrean panjang untuk bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah titik.
“Ada 95 jembatan yang terputus, jadi mohon maaf Bapak-Ibu,” katanya, mengakui kesulitan yang dirasakan warga.
“Karena jembatannya terputus, saya lihat di beberapa tempat, pom bensin banyak antrean juga. Ini jadi PR bagi kami dari [pemerintah] pusat untuk segera memperbaiki jembatannya biar arus sembako, logistik, BBM semua bisa dilancarkan.”
Kunjungan itu, di tengah reruntuhan dan keprihatinan, pada akhirnya adalah upaya meyakinkan. Meletakkan kembali kepercayaan bahwa pemulihan, meski jalannya terjal, akan diupayakan sampai tuntas.
Artikel Terkait
Bank Raya Siapkan Layanan 24 Jam dan Tarik Tunai Tanpa Kartu untuk Libur Panjang 2026
Bus Tabrak Pikap Mogok di Tol Pejagan-Pemalang, 1 Tewas dan 33 Luka-luka
Bapanas Klaim Stok Daging Nasional Aman Tiga Kali Lipat Jelang Lebaran
Kemenhub Siap Beri Sanksi Tegas untuk OTA yang Main-Main dengan Tarif