“Kami menggandeng Mas Ody karena gaya penyutradaraannya dan sentuhan komedinya pas dengan film Bapakmu Kiper, begitu juga tim Katatinut. Kolaborasi ini membuat kami yakin Bapakmu Kiper akan jadi film komedi-olahraga yang seru dan menghibur,” ucap Arci.
Sementara itu, dari pihak rumah produksi, Garnet Geraldine selaku Direktur Utama ESI menyatakan komitmennya.
"Melalui Bapakmu Kiper sebagai proyek perdana, kami berharap dapat berkontribusi pada perkembangan film Indonesia sekaligus menetapkan standar bagi karya-karya kami ke depan,” ungkap Garnet.
Lalu, Apa Sih Ceritanya?
Inti ceritanya berpusat pada Ronaldhino Sujatmiko, atau Dino, yang berusia 18 tahun. Sudah tujuh tahun lamanya dia menyimpan keyakinan pahit: kematian ibunya adalah kesalahan ayahnya sendiri, Warto. Warto, yang kini berusia 39 tahun, hanyalah seorang tukang ikan. Dulu, dia adalah jagoan tarkam yang sayangnya lebih jago lagi dalam urusan judi bola.
Karena itu, Dino belajar untuk tak banyak berharap pada bapaknya. Namun, kesempatan emas untuk mengubah nasib datang dari Tarkam Super Cup. Ajang itu ibarat pintu terakhir menuju liga profesional sebelum tertutup selamanya.
Tapi masalah muncul. Tim andalan Dino malah direbut pihak lain tepat sebelum final. Dalam upaya nekat menebus kesalahan masa lalunya, Warto memberanikan diri membentuk tim baru. Anggotanya? Para pemain Serigala tua yang sudah uzur.
Kondisi fisik yang jauh dari prima, persiapan yang serba mendadak, bahkan sampai meminta bantuan dukun semua jadi taruhan. Masa depan Dino dipertaruhkan. Apakah langkah nekat Warto ini akan menyelamatkan segalanya, atau justru menghancurkan harapan satu-satunya anaknya?
Artikel Terkait
Gibran Tegaskan Prioritas untuk Lansia dan Anak di Tengah Runtuhnya 95 Jembatan di Gayo Lues
Di Balik Layar Kuliah: Seorang Dosen dan Perjuangan Menjaga Rumah dari Jarak Jauh
Pramono Anung Pacu Penetapan UMP DKI 2026 Lebih Cepat dari Tenggat Pusat
Prabowo Turun Langsung ke Sumbar Tinjau Dampak Bencana