Debat Panas di iNews: Razman Tantang Kredensial Roy Suryo Soal Polemik Ijazah

- Rabu, 17 Desember 2025 | 03:25 WIB
Debat Panas di iNews: Razman Tantang Kredensial Roy Suryo Soal Polemik Ijazah

Suasana di studio iNews mendadak tegang Selasa malam lalu. Dalam program "Rakyat Bersuara", Ketua Umum Kami Jokowi, Razman Arif Nasution, beradu argumen sengit dengan Roy Suryo yang dikenal sebagai pakar telematika. Topiknya panas: polemik ijazah yang masih membayangi Presiden Jokowi.

Razman membuka debat dengan membandingkan kasus ini dengan pengalaman hakim konstitusi Arsul Sani. Menurutnya, polemik ijazah Arsul bisa selesai cepat. Kenapa? Karena yang bersangkutan langsung menunjukkan ijazah aslinya ke publik.

"Jawabnya singkat, Pak Arsul Sani langsung menunjukkan ijazah," ujar Razman.

Dia menekankan, pelapor kasus Arsul kala itu tak berkoar-koar di media. Mereka juga tidak melakukan apa yang disebut uji ilmiah atau lab. Alhasil, persoalan pun beres tanpa berlarut-larut.

Nah, dari situlah Razman kemudian melontarkan pertanyaan yang memantik kemarahan Roy. Dia mempertanyakan legitimasi Roy Suryo sebagai seorang ahli telematika. Pertanyaannya langsung dan menohok.

"Saya mau tanya apakah Bung Roy Suryo punya sertifikasi seorang ahli telematika? Jawabnya tidak, saya katakan tidak," kata Razman tegas.

Roy Suryo jelas tidak terima. Wajahnya memerah. Spontan, dia mengacungkan selembar kertas ke arah kamera, berusaha membuktikan kredensialnya.

"Tolong matanya lihat ke sini, ini adalah surat SK setara dengan sertifikasi ditandatangani oleh menteri komunikasi waktu itu. Artinya Anda jangan ngawur," bantah Roy dengan suara tinggi.

Namun begitu, Razman tak bergeming. Dia menimpali bahwa keilmuan yang diakui haruslah linear. Dan menurutnya, latar belakang pendidikan Roy tidak memenuhi syarat itu.

"Mas Roy, yang diakui keilmuan itu adalah linear, linear S1, S2, S3. Anda tidak linear," ucap Razman.

Roy punya cara lain untuk membalas. Dia menyebut pemenang Nobel Fisika terkini, yang menurutnya juga tak selalu berasal dari latar belakang fisika murni, sebagai contoh untuk menyanggah tudingan linearitas itu.

"Pemenang nobel fisika sekarang tuh orang fisika gak? Ini konyol pikirannya," sindir Roy.

Debat kemudian merembet ke ranah personal. Roy menyoroti status hukum Razman, menudingnya sebagai seorang terpidana.

"Anda itu statusnya apa? Terpidana kan? Terpidana gak? Terpidana masih ngomong kayak ginilah," serang Roy.

Tentu saja, Razman langsung membantah. Tanggapannya singkat namun penuh keyakinan.

"Tidak, kalau saya terpidana saya tidak ada di sini," tandasnya menutup perbincangan yang panas itu.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar