VinFast Resmikan Pabrik di Subang, Pacu Ambisi Indonesia Jadi Hub Kendaraan Listrik ASEAN

- Selasa, 16 Desember 2025 | 11:15 WIB
VinFast Resmikan Pabrik di Subang, Pacu Ambisi Indonesia Jadi Hub Kendaraan Listrik ASEAN

Subang, Jawa Barat, punya pemandangan baru. Di tengah hamparan sawah dan kawasan industri, fasilitas produksi VinFast resmi berdiri. Peresmiannya bukan sekadar acara seremonial belaka. Pemerintah melihat momen ini sebagai langkah strategis untuk mendorong ekosistem kendaraan listrik nasional, sekaligus membuka pintu lebar-lebar bagi kolaborasi investasi global yang bisa memberi nilai tambah di dalam negeri.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang hadir dalam Grand Opening itu, menekankan arti penting kerja sama ini.

“Peresmian fasilitas produksi VinFast ini memiliki makna strategis dalam memperkuat kerja sama ekonomi Indonesia dan Vietnam,” ujarnya, Senin (15/12/2025).

VinFast sendiri bukan nama baru. Produsen kendaraan listrik asal Vietnam ini dikenal agresif berekspansi. Pilihan mereka untuk menanamkan modal di Indonesia jelas jadi sinyal positif. Apalagi, hubungan ekonomi kedua negara memang sedang naik daun. Indonesia dan Vietnam adalah dua raksasa ekonomi di ASEAN. Total PDB mereka nyaris menyentuh angka 2 triliun dolar AS tahun lalu, sementara perdagangan bilateral terus merangkak naik.

Menko Airlangga pun tak menyembunyikan antusiasmenya.

“Investasi Vietnam di Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan. VinFast menjadi salah satu proyek unggulan yang berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja serta penguatan basis industri kendaraan listrik di dalam negeri,” tegasnya.

Angkanya cukup menggoda. Berdasarkan catatan sistem OSS, nilai investasi tahap pertama ini mencapai Rp3,8 triliun. Pabriknya dirancang punya kapasitas 50.000 unit per tahun dan bisa menyerap sekitar 1.700 tenaga kerja lokal. Skala sebesar itu dengan mudah menempatkan fasilitas di Subang ini sebagai salah satu basis produksi EV paling signifikan di kawasan Asia Tenggara.

Namun begitu, ini baru babak pertama. Pemerintah sudah menyambut baik rencana mereka untuk tahap kedua. Nilainya jauh lebih besar, sekitar 1 miliar dolar AS atau setara Rp17 triliun. Jika terealisasi, kapasitas produksi bakal melonjak drastis dari 50.000 menjadi 350.000 kendaraan per tahun. Rencananya juga termasuk pengembangan pabrik skuter listrik. Ambisi jangka panjangnya jelas: menjadikan Indonesia sebagai hub produksi VinFast untuk seluruh Asia Tenggara.

Di sisi lain, harapan pemerintah juga jelas. Kemitraan dengan industri komponen lokal harus ditingkatkan. Penggunaan produk dalam negeri jadi kunci agar manfaat investasi ini benar-benar terasa menyeluruh.

“Ke depan, Pemerintah berharap VinFast dapat terus meningkatkan penggunaan komponen lokal melalui kemitraan dengan industri dalam negeri. Ini juga investasi strategis yang mencerminkan kepercayaan Vietnam terhadap iklim investasi Indonesia,” pungkas Airlangga menutup sambutannya.

Momentumnya sudah ada. Tinggal eksekusi dan sinergi yang menentukan apakah impian menjadikan Indonesia pusat kendaraan listrik regional akan terwujud.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler