"Kontribusi ekspor industri pengolahan non-migas merupakan yang terbesar secara sektoral mencapai 81 persen dari total ekspor nasional," tambah Merrijantij.
Namun begitu, ada satu angka yang menarik perhatian: tingkat utilisasi atau pemanfaatan kapasitas produksinya saat ini masih berada di 59,28 persen. Bagi banyak pengamat, angka ini justru membawa kabar baik.
“Angka utilisasi ini menandakan masih besarnya ruang ekspansi manufaktur nasional untuk mengoptimalkan kapasitas produksinya," katanya.
Artinya, potensi untuk berkembang masih sangat terbuka lebar. Optimisme ini sepertinya juga dirasakan langsung oleh para pelaku usaha. Indeks Kepercayaan Industri (IKI) November 2025 ada di level 53,45, sementara Purchasing Managers’ Index (PMI) berada di angka 53,3. Kedua indeks itu sama-sama berada di zona ekspansif, mengisyaratkan keyakinan yang kuat terhadap prospek ke depan.
Jadi, meski tantangan ekonomi global masih ada, sektor industri pengolahan non-migas ini tampaknya sedang dalam momentum yang cukup solid. Mereka tak hanya tumbuh, tapi juga membuka lapangan kerja dan menarik investasi. Ruang untuk berkembang pun masih panjang.
Artikel Terkait
Kemkominfo Ungkap 110 Juta Anak RI di Dunia Maya, Pengawasan Orang Tua Jadi Kunci
ASEAN dan India Pacu Wisata Kapal Pesiar, Rute Baru dan Konektivitas Jadi Fokus
Meikarta Mulai Garap 141.000 Unit Rusun Subsidi, Lahan Dinyatakan Clean and Clear
MNC University Gelar Forum Pelajar SDGs, Siapkan Pemimpin Masa Depan