Di sisi lain, untuk penerbangan internasional, tiga besar rute tersibuk diduduki Singapura. Rute ini melayani 172.040 penumpang. Setelah itu ada Kuala Lumpur dengan 128.796 penumpang, dan Perth di Australia dengan 88.118 penumpang.
Data kunjungan Warga Negara Asing (WNA) ke Bali pada November punya cerita serupa. Australia masih menjadi juaranya dengan 124.548 orang. Peringkat kedua ditempati India (44.179 orang), disusul China di posisi ketiga dengan 35.918 orang.
Ahmad punya analisis terkait hal ini. "Jumlah tersebut kami yakini juga dipengaruhi dengan bertambahnya konektivitas baru," ujarnya.
Ia menyebut contohnya: rute Newcastle dari Australia, Mumbai dari India, dan Sichuan dari China. Koneksi langsung baru itu rupanya mendongkrak angka.
Ke depan, harapannya tentu makin banyak lagi rute baru yang terhubung langsung ke Bali. Peningkatan konektivitas ini diyakini akan terus menggerakkan ekonomi pulau dewata.
Dengan capaian hampir setahun itu, fokus kini beralih. Pengelola bandara sudah bersiap mengantisipasi lonjakan penumpang selama musim liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
"Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami akan menggelar posko Natal dan Tahun Baru di Desember ini," pungkas Ahmad. Langkah ini, katanya, sebagai bentuk komitmen untuk layanan prima kepada seluruh pengguna jasa.
Artikel Terkait
Duel Sengit di Indonesia Arena: Garuda Hadang Singa Mesopotamia untuk Puncak Grup
Truk Kontener Lindas Korban Jiwa, Lalu Lintas Simpangan Depok Lumpuh Total
Harga CPO Februari 2026 Naik Tipis, Didorong Antisipasi Imlek dan Ramadan
Menag Lepas 1.620 Petugas Haji ke Arab Saudi, Tongkat Estafet Resmi Beralih