Pramugari Ungkap Risiko Tersembunyi di Balik Headphone Saat Terbang

- Senin, 15 Desember 2025 | 09:18 WIB
Pramugari Ungkap Risiko Tersembunyi di Balik Headphone Saat Terbang

Bagi para traveler yang sering naik pesawat, headphone memang jadi penyelamat. Terutama saat penerbangan jarak jauh yang melelahkan. Selain buat mendengarkan musik atau menonton film, alat ini ampuh meredam suara bising entah itu tangisan bayi atau obrolan penumpang lain yang tak kunjung henti.

Tapi, hati-hati. Menurut para pramugari, ada waktu yang tepat dan tidak tepat untuk memakainya. Kalau salah timing, bisa berisiko.

Sejumlah awak kabin mengungkapkan kekhawatiran mereka. Penumpang yang asyik pakai headphone, apalagi model noise-cancelling, sering kali kehilangan kesadaran akan lingkungan sekitarnya. Menurut mereka, hal ini bisa jadi masalah serius saat keadaan darurat terjadi. Informasi ini dilaporkan oleh nine.travel.com.au.

Evakuasi Darurat? Setengah Penumpang Bisa Tertinggal

Rich Henderson, seorang pramugara berpengalaman 12 tahun, mengaku khawatir. Ia merasa banyak penumpang mungkin tidak akan merespons instruksi keselamatan jika bencana benar-benar terjadi.

“Tugas utama kami di pesawat sebenarnya adalah keselamatan. Kami sering bercanda, tapi ini serius: jika terjadi keadaan darurat, bisa jadi setengah penumpang masih akan duduk tenang. Mereka pakai headphone peredam bising dan asyik dengan ponsel,” ujar Henderson.

“Mereka sama sekali tidak memperhatikan sekeliling. Itu agak menakutkan,” lanjutnya.

Di sisi lain, masalahnya tak cuma soal keselamatan. Awak kabin lain menambahkan, banyak penumpang juga melewatkan pembagian makanan dan minuman karena tidak sadar troli sudah lewat di depan hidung. Alhasil, tak sedikit yang kesal karena merasa dilewatkan padahal sebenarnya mereka yang tidak aware.

Tips dari Dalam Kabin

Lalu, bagaimana solusinya? Andrew Henderson pramugara lain dengan 22 tahun pengalaman memberi tips sederhana bagi yang tetap ingin menggunakan headphone.

“Kalau Anda lihat troli layanan mendekati baris Anda, copot saja headphone-nya. Angkat kepala, dan beri tanda kalau Anda sadar. Cara kecil ini bisa mencegah situasi yang awkward nantinya,” katanya.

Kesadaran penumpang, menurut Yana Biryukova seorang awak kabin sangat berarti. Itu bisa mempercepat layanan secara signifikan.

Dalam sebuah video di media sosial, Yana menjelaskan bahwa penumpang yang sopan biasanya punya kebiasaan baik: melepas headphone saat pramugari melayani baris di depannya, berhenti mengunyah saat memesan, dan sudah memutuskan pilihan sebelum ditanya.

“Butuh waktu panjang untuk memberi makan 100 hingga 400 orang dalam waktu yang singkat,” tulis Yana.

“Kalau Anda sudah siap dan tahu pesanannya, semuanya akan berjalan lebih lancar dan cepat,” jelasnya.

Intinya, headphone tetap boleh dipakai. Namun begitu, para awak kabin menegaskan pentingnya tetap waspada. Perhatikan momen-momen krusial: pengarahan keselamatan, instruksi dari kru, pembagian makanan, atau tanda-tanda darurat. Sedikit kesadaran bisa membuat perbedaan besar untuk kenyamanan Anda sendiri dan keselamatan semua orang.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler