Sementara itu, daftar orang yang masih hilang tercatat sebanyak 212 orang. Abdul menyebut pencatatan data ini bersifat dinamis, sehingga angkanya bisa berubah dari hari ke hari. Perubahan itu tak selalu karena temuan baru di lapangan.
Ia menjelaskan, pembaruan data juga datang dari proses identifikasi. Bisa saja seorang korban yang sudah ditemukan, setelah dikonfirmasi ulang, ternyata berasal dari wilayah yang berbeda dari perkiraan awal.
"Misalnya, awalnya diduga warga kabupaten A, setelah dikonfirmasi ternyata dari kabupaten B. Itu pun mempengaruhi penghitungan data korban hilang," katanya menerangkan.
Situasinya memang rumit. Di tengah kesedihan dan upaya pemulihan, proses pendataan punya tantangannya sendiri, menuntut ketelitian ekstra di lapangan.
Artikel Terkait
BNPB Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca hingga 2026, Armada Ditambah
Kongres Absen, Pemerintah AS Tutup Lagi
Jetty Indramayu: Gerbang Rahasia yang Menyalurkan Energi ke Jantung Jawa
Ammar Zoni Protes Penempatan di Nusakambangan: Saya Bukan Penjahat Besar