Sementara itu, daftar orang yang masih hilang tercatat sebanyak 212 orang. Abdul menyebut pencatatan data ini bersifat dinamis, sehingga angkanya bisa berubah dari hari ke hari. Perubahan itu tak selalu karena temuan baru di lapangan.
Ia menjelaskan, pembaruan data juga datang dari proses identifikasi. Bisa saja seorang korban yang sudah ditemukan, setelah dikonfirmasi ulang, ternyata berasal dari wilayah yang berbeda dari perkiraan awal.
"Misalnya, awalnya diduga warga kabupaten A, setelah dikonfirmasi ternyata dari kabupaten B. Itu pun mempengaruhi penghitungan data korban hilang," katanya menerangkan.
Situasinya memang rumit. Di tengah kesedihan dan upaya pemulihan, proses pendataan punya tantangannya sendiri, menuntut ketelitian ekstra di lapangan.
Artikel Terkait
DPR Gelar Rapat Khusus, Polisi Ungkap Foto Pelaku Penyiraman KontraS
Empat Prajurit BAIS TNI Ditahan Terkait Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
Menkes Imbau Pemudik Motor Istirahat Tiap 2-3 Jam untuk Antisipasi Kecelakaan di Jalur Arteri
Askrindo Berangkatkan Ratusan Pemudik Gratis dengan Asuransi Jelang Lebaran 2026