Cahaya Surya Mulai Terangi Tenda Pengungsi Aceh Tamiang

- Minggu, 14 Desember 2025 | 20:00 WIB
Cahaya Surya Mulai Terangi Tenda Pengungsi Aceh Tamiang

Baron menambahkan, kehadiran listrik dari tenaga matahari ini sangat membantu, terutama untuk aktivitas di malam hari. Pengungsi dan relawan kini bisa mengisi daya ponsel alat komunikasi utama mereka. Setiap unit diklaim mampu menyediakan penerangan hingga delapan jam per hari.

Relawan di lapangan, M. Abassi Ali Bilhadj, mengungkapkan proses perakitan yang relatif singkat, hanya sekitar dua jam. Setelah diuji, PLTS langsung bisa digunakan.

"Terharu sekali, di tengah penghematan pemanfaatan BBM untuk genset. Hadirnya PLTS ini sangat membantu pengungsi sehingga bisa melaksanakan aktivitas ibadah dan kegiatan membaca buku untuk anak-anak di malam hari dengan tenang. PLTS ini ibarat cahaya harapan di tenda pengungsian," tutur Abassi, menggambarkan suasana haru di lokasi.

Kondisi di Aceh Tamiang memang masih memprihatinkan. Sudah dua pekan berlalu, akses ke sebagian besar wilayahnya masih sangat terbatas. Hanya bisa dijangkau dengan jalan kaki atau, paling banter, menggunakan sepeda motor. Hal ini otomatis memperlambat distribusi bantuan.

Keterbatasan itu bukan cuma soal makanan. Listrik padam, air bersih juga langka. Di tengah situasi seperti inilah, relawan Pertamina Peduli berusaha hadir. Bantuan yang disalurkan beragam, mulai dari pasokan BBM dan LPG, solusi kelistrikan lewat panel surya, hingga dukungan kesehatan, sanitasi, dan kebutuhan hidup mendasar lainnya.


Halaman:

Komentar