Di tengah kondisi Aceh Tamiang yang masih terisolasi pasca banjir bandang, cahaya dari panel surya kini mulai menyala di beberapa titik pengungsian. PT Pertamina baru saja merampungkan pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di sejumlah posko. Bantuan ini jadi angin segar bagi pengungsi yang selama ini bergantung pada genset dengan bahan bakar terbatas.
Total ada tujuh paket PLTS yang dipasang. Masing-masing unit punya kapasitas 590 Watt peak, dilengkapi inverter 1.000 Watt peak dan baterai berkapasitas 2.000 Watt hour. Tak cuma itu, turut disalurkan tujuh paket lampu LED bertenaga surya berdaya 40 watt. Semua peralatan itu didatangkan langsung dari Jakarta.
Proses pemasangannya sendiri ditangani langsung oleh teknisi dari tim Perwira Pertamina Peduli. Mereka merakit komponen-komponennya di lokasi. Dalam waktu beberapa jam, listrik pun mulai mengalir, menerangi tenda-tenda pengungsi yang sebelumnya gelap gulita.
Menurut Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication Pertamina, bantuan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. PLTS di posko Karang Baru sudah beroperasi sejak Sabtu lalu.
"Program ini sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana di Aceh Tamiang. Pertamina menyalurkan bantuan PLTS ini guna mendukung pemulihan kondisi darurat pascabencana," jelas Baron melalui keterangan tertulisnya pada Minggu (14/12/2025).
Artikel Terkait
BNPB Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca hingga 2026, Armada Ditambah
Kongres Absen, Pemerintah AS Tutup Lagi
Jetty Indramayu: Gerbang Rahasia yang Menyalurkan Energi ke Jantung Jawa
Ammar Zoni Protes Penempatan di Nusakambangan: Saya Bukan Penjahat Besar