Gelombang pemutusan hubungan kerja di Amerika Serikat ternyata jauh lebih besar dari yang banyak orang duga. Sepanjang Januari hingga November 2025, lebih dari 1,1 juta orang kehilangan pekerjaan. Angka yang mencengangkan ini, dilaporkan CBS News akhir pekan lalu, adalah yang tertinggi sejak pandemi melanda di tahun 2020.
Laporan dari firma penempatan kerja Challenger, Gray & Christmas memberi gambaran yang suram. Tercatat, terjadi lonjakan PHK sebesar 54 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Artinya, situasi ketenagakerjaan di sana sedang tidak baik-baik saja.
Nah, siapa yang paling banyak melakukan PHK? Sektor teknologi masih memimpin dengan angka yang cukup menohok: 153.536 posisi hilang hingga November. Jumlah itu naik 17 persen dari tahun lalu. Raksasa seperti Amazon pun tak luput dari tren ini. Mereka mengumumkan pemangkasan besar-besaran sekitar 14.000 pekerjaan pada Oktober lalu. Alasannya? Perusahaan mulai lebih mengandalkan kecerdasan buatan untuk menggenjot efisiensi operasional.
Artikel Terkait
Prabowo Belum Tentukan Nama, OJK Tunjuk Pejabat Sementara
Berardi Buka Lawan, Gol Bunuh Diri dan Kone Pastikan Sassuolo Gasak Pisa 3-1
Istana Konfirmasi Surat Pengunduran Diri Pimpinan OJK Diterima
KUR BRI Tembus Rp178 Triliun, Sektor Produksi Jadi Penerima Terbesar