Di sisi lain, sektor ritel juga terpuruk. Hampir 92.000 pekerjaan lenyap sepanjang periode yang sama. Penyebabnya bisa ditebak: harga barang yang terus merangkak naik membuat konsumen berpikir ulang. Mereka lebih memilih menahan pengeluaran, terutama untuk barang-barang yang dianggap kurang penting.
Yang menarik, biasanya di penghujung tahun, ritel justru ramai-ramai merekrut tenaga kerja musiman untuk menyambut musim liburan. Tapi tahun ini ceritanya berbeda. Menurut para analis, rekrutmen pekerja musiman diprediksi akan mencapai titik terendah dalam satu setengah dekade terakhir. Sinyal yang jelas bahwa optimisme konsumen sedang tidak berada di level tertinggi.
Jadi, gambaran keseluruhannya cukup jelas. Dari teknologi hingga ritel, gelombang PHK ini menyentuh berbagai lini, menciptakan kekhawatiran yang nyata bagi perekonomian AS.
Artikel Terkait
AFC Batalkan Dua Kemenangan Malaysia, Peringkat FIFA Anjlok dan Indonesia Naik
Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga di Tengah Gejolak Perang dan Inflasi
Pemerintah Pastikan Stok Pangan Aman Menjelang Lebaran 2026, Harga Cabai Mulai Turun
Trump Kritik Sekutu NATO Soal Selat Hormuz, Harga Minyak Melonjak