Ia mengakui upaya terberat adalah menjangkau wilayah terisolir. Di Takengon, misalnya, pekerjaan membuka akses jalan masih berlangsung keras. Sedangkan di Bener Meriah, ada kabar baik: jembatan utama sudah bisa difungsikan kembali.
"Saya kemarin dari Takengon, Bener Meriah, saya ke Tamiang, Tamiang sudah tembus dari sini," kata Prabowo.
"Jadi saya ucapkan terima kasih kepada semua petugas, luar biasa pekerjaan mereka."
Di sisi lain, pemulihan infrastruktur vital seperti listrik ternyata belum secepat harapan. Prabowo menjelaskan, kondisi medan yang masih banjir dan rusak jadi kendala utama. Menara dan kabel sulit dibawa masuk ke lokasi terdampak paling parah.
"Ya pasti masalah listrik ya, ada tidak secepat yang kita harapkan karena kondisi fisik dan kondisi-kondisi alam yang masih kita harus atasi," jelasnya.
"Tapi Insyaallah, kita harapkan ya mungkin satu minggu, mudah-mudahan ya."
Di akhir pernyataannya, Prabowo mengajak semua pihak untuk realistis. Proses pemulihan pascabencana, menurutnya, tak bisa instan. Meski demikian, komitmen pemerintah untuk bekerja keras tak perlu diragukan.
"Tapi jangan kita terlalu berharap semua bisa sekejap," pungkasnya.
"Saya sudah katakan berkali-kali, saya tidak punya tongkat Nabi Musa. Tapi semua bekerja keras."
Artikel Terkait
DPR Gelar Rapat Khusus, Polisi Ungkap Foto Pelaku Penyiraman KontraS
Empat Prajurit BAIS TNI Ditahan Terkait Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
Menkes Imbau Pemudik Motor Istirahat Tiap 2-3 Jam untuk Antisipasi Kecelakaan di Jalur Arteri
Askrindo Berangkatkan Ratusan Pemudik Gratis dengan Asuransi Jelang Lebaran 2026