Prabowo Bertekad Tuntaskan Pembalakan Liar Pemicu Banjir Bandang

- Sabtu, 13 Desember 2025 | 16:15 WIB
Prabowo Bertekad Tuntaskan Pembalakan Liar Pemicu Banjir Bandang

Langkat, Sabtu siang itu, cuaca terik tak menyurutkan langkah Presiden Prabowo Subianto meninjau posko pengungsi. Di sela kunjungannya, ia menyampaikan tekad tegas pemerintah untuk menertibkan pembalakan liar. Praktik inilah yang disebutnya memperparah kerusakan alam dan ikut menyuburkan bencana seperti banjir bandang yang baru saja melanda.

"Justru saya mau tertibkan semua itu," tegas Prabowo, suaranya lantang.

"Pembalakan liar akan kita tertibkan, sudah mulai kami tertibkan."

Statemen ini bukan tanpa alasan. Imbas dari banjir bandang di Aceh dan Sumatera Utara, tumpukan kayu gelondongan ikut hanyut memenuhi sungai. Fenomena itu langsung menjadi perhatian serius. Polri pun bergerak cepat, membentuk satgas khusus untuk menyelidikinya. Kabar terbaru, mereka sudah mengantongi nama-nama tersangka.

Menurut penyelidikan sementara, aktivitas ilegal ini terbilang terorganisir. Di hulu Sungai Tamiang, Aceh, misalnya, terjadi penebangan dan pembukaan lahan secara liar. Yang cukup cerdik, para pelaku disebut menunggu momen debit air naik untuk menghanyutkan kayu curiannya. Selain di Aceh, sorotan juga mengarah ke Tapanuli Selatan.

Namun begitu, fokus pemerintah tak cuma pada penertiban. Prabowo juga meluangkan waktu mengevaluasi penanganan korban. Ia mengunjungi sejumlah daerah terdampak seperti Takengon, Bener Meriah, dan Aceh Tamiang. Secara umum, situasi di lapangan dinilainya sudah lebih terkendali, meski masih ada ganjalan.

"Ya, saya lihat keadaan terkendali," ujarnya.

"Saya cek terus sana sini memang keadaan alam, keadaan fisik, ada keterlambatan sedikit. Tapi saya cek semua ke tempat pengungsi, kondisi mereka baik, pelayanan pada mereka baik, suplai pangan cukup."

Ia mengakui upaya terberat adalah menjangkau wilayah terisolir. Di Takengon, misalnya, pekerjaan membuka akses jalan masih berlangsung keras. Sedangkan di Bener Meriah, ada kabar baik: jembatan utama sudah bisa difungsikan kembali.

"Saya kemarin dari Takengon, Bener Meriah, saya ke Tamiang, Tamiang sudah tembus dari sini," kata Prabowo.

"Jadi saya ucapkan terima kasih kepada semua petugas, luar biasa pekerjaan mereka."

Di sisi lain, pemulihan infrastruktur vital seperti listrik ternyata belum secepat harapan. Prabowo menjelaskan, kondisi medan yang masih banjir dan rusak jadi kendala utama. Menara dan kabel sulit dibawa masuk ke lokasi terdampak paling parah.

"Ya pasti masalah listrik ya, ada tidak secepat yang kita harapkan karena kondisi fisik dan kondisi-kondisi alam yang masih kita harus atasi," jelasnya.

"Tapi Insyaallah, kita harapkan ya mungkin satu minggu, mudah-mudahan ya."

Di akhir pernyataannya, Prabowo mengajak semua pihak untuk realistis. Proses pemulihan pascabencana, menurutnya, tak bisa instan. Meski demikian, komitmen pemerintah untuk bekerja keras tak perlu diragukan.

"Tapi jangan kita terlalu berharap semua bisa sekejap," pungkasnya.

"Saya sudah katakan berkali-kali, saya tidak punya tongkat Nabi Musa. Tapi semua bekerja keras."

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar