Kapal yang disita, diduga bernama Skipper, bukanlah nama baru bagi pihak berwenang AS. Kapal ini disebut-sebut telah bertahun-tahun masuk dalam daftar sanksi karena dituduh terlibat dalam jaringan pengiriman minyak ilegal. Jaringan itu, menurut AS, mendanai organisasi teroris di luar negeri.
Lalu, apa yang akan terjadi dengan muatan minyak di dalam kapal raksasa itu? Saat ditanya, Trump menjawab dengan santai namun tegas.
"Yah, kita akan menyimpannya, saya kira," katanya.
Jawaban singkat itu tentu saja tidak meredakan ketegangan. Sebaliknya, ia justru semakin mengukuhkan tuduhan Venezuela bahwa AS telah mengambil alih aset mereka secara paksa. Situasi ini memperlihatkan sekali lagi betapa runyamnya hubungan diplomatik antara kedua negara, dengan minyak selalu menjadi pusat konflik.
Artikel Terkait
DPR Gelar Rapat Khusus, Polisi Ungkap Foto Pelaku Penyiraman KontraS
Empat Prajurit BAIS TNI Ditahan Terkait Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
Menkes Imbau Pemudik Motor Istirahat Tiap 2-3 Jam untuk Antisipasi Kecelakaan di Jalur Arteri
Askrindo Berangkatkan Ratusan Pemudik Gratis dengan Asuransi Jelang Lebaran 2026