Bank Pembangunan Asia (ADB) baru saja merevisi proyeksi ekonominya, dan angkanya lebih cerah dari perkiraan sebelumnya. Negara-negara berkembang di kawasan Asia-Pasifik diprediksi bakal tumbuh lebih kencang tahun ini.
Nah, apa penyebabnya? Ternyata, ekspor yang lebih kuat jadi faktor utama. Barang-barang seperti semikonduktor dan produk teknologi lainnya masih laku keras di pasar global. Di sisi lain, ketidakpastian perdagangan yang sempat mencemaskan mulai mereda, terutama setelah tercapainya beberapa kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat.
Kondisi ini diperkuat oleh inflasi yang mulai turun dan situasi keuangan yang relatif stabil. Gabungan faktor-faktor itulah yang mendorong ADB mengoreksi angka proyeksinya.
Kalau sebelumnya diprediksi 4,8 persen, kini perekonomian kawasan Asia-Pasifik diproyeksikan melesat hingga 5,1 persen di tahun 2025. Untuk tahun depan, proyeksinya juga naik tipis 0,1 poin persentase menjadi 4,6 persen.
Kepala Ekonom ADB, Albert Park, memberikan komentarnya. Ia mengakui bahwa lingkungan perdagangan global sebenarnya masih penuh tantangan.
“Fundamental perekonomian Asia dan Pasifik yang solid menopang kuatnya kinerja ekspor dan mantapnya pertumbuhan, meskipun lingkungan perdagangan global kurang mendukung akibat ketidakpastian luar biasa selama tahun ini,” ujarnya.
"Sebagian ketidakpastian tersebut dapat diredakan dengan kesepakatan dagang, tetapi tantangan eksternal dan tantangan lain masih mengancam proyeksinya. Pemerintah di kawasan ini harus terus mendukung perdagangan terbuka dan investasi demi mempertahankan ketangguhan dan pertumbuhan,"
Memang, di balik optimisme ini, sejumlah ancaman masih mengintai. Risikonya cukup beragam, mulai dari kemungkinan memanasnya kembali ketegangan dagang, gejolak di pasar keuangan, hingga tekanan geopolitik yang tak kunjung reda. Satu hal lain yang patut diwaspadai adalah pelemahan pasar properti China yang semakin dalam, yang bisa berdampak luas.
Jadi, meski angkanya membaik, langkah ke depan harus tetap waspada. Pertumbuhan yang terproyeksi ini bukanlah jaminan, melainkan sebuah peluang yang perlu dijaga.
Artikel Terkait
Razman Sebut Jokowi Risih Kasus Roy Suryo Belum P21, Khawatir Dikesan Memberi Keringanan Hukum
Duka Keluarga Korban Tabrakan Kereta di Bekasi, Seorang Guru SD Teridentifikasi
Dony Tri Pamungkas Buka Suara soal Rumor Legia Warszawa: Target Utama Saya Asia Dulu, Baru Eropa
Tabrakan Kereta Argo Bromo dan KRL di Bekasi, 4 Tewas dan Puluhan Luka-Luka