"Tapi tetap ada yang diimpor, misalnya itu ada beras Jepang, itu orang (Jepang) makan katanya susah kalau pakai beras kita. Ada juga yang industri, ada juga beras katanya untuk orang sakit, beras basmati, apa pun itu lah,"
ujarnya menjelaskan. Jadi, impor untuk beras industri, beras khusus diet, atau jenis premium seperti beras Jepang masih akan berjalan.
Intinya, pesannya sederhana. Pemerintah ingin memastikan beras yang biasa dikonsumsi mayoritas rakyat Indonesia benar-benar bersumber dari dalam negeri.
"Tapi yang kita makan, yang biasa kita impor, tidak diimpor lagi,"
tegas Zulhas menutup pembicaraan. Target swasembada itu, jika tercapai, tentu akan menjadi pencapaian penting di tengah gejolak ketahanan pangan global.
Artikel Terkait
Pemerintah Klaim Fondasi Ekonomi Kuat Hadapi Gejolak Timur Tengah
Kemenag Siapkan 117 Titik Pantau Hilal untuk Penetapan Idulfitri 1447 H
Gelandang Persija Kritik Kondisi Lapangan JIS Usai Raih Dua Hasil Imbang
Inspirasi Ucapan Idul Fitri 2026 Jelang Perayaan 21 Maret