"Tapi tetap ada yang diimpor, misalnya itu ada beras Jepang, itu orang (Jepang) makan katanya susah kalau pakai beras kita. Ada juga yang industri, ada juga beras katanya untuk orang sakit, beras basmati, apa pun itu lah,"
ujarnya menjelaskan. Jadi, impor untuk beras industri, beras khusus diet, atau jenis premium seperti beras Jepang masih akan berjalan.
Intinya, pesannya sederhana. Pemerintah ingin memastikan beras yang biasa dikonsumsi mayoritas rakyat Indonesia benar-benar bersumber dari dalam negeri.
"Tapi yang kita makan, yang biasa kita impor, tidak diimpor lagi,"
tegas Zulhas menutup pembicaraan. Target swasembada itu, jika tercapai, tentu akan menjadi pencapaian penting di tengah gejolak ketahanan pangan global.
Artikel Terkait
Nadia Shakila Cetak 31 Gol, Rebut Sorotan di MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta
Tiket Mudik Lebaran 2026 Sudah Ludes 131 Ribu, Rute Yogyakarta-Gambir Paling Diburu
Trump Pilih Kevin Warsh untuk Pimpin The Fed, Akhir dari Perburuan Berbulan-bulan
Siaga 3 Katulampa Picu Aksi Antisipasi Banjir di Ibu Kota