Jakarta, Senin siang. Di sela sebuah acara, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memberikan kabar yang cukup menggembirakan. Ia memastikan Indonesia akan segera mengumumkan capaian swasembada untuk dua komoditas pangan yang paling krusial: beras dan jagung. Pengumuman resminya sendiri rencananya akan disampaikan langsung oleh Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mendekati akhir tahun 2025.
"Iya, akhir tahun. Nanti biar Pak Mentan yang umumkan. Padi dan Jagung," ujar Zulhas, begitu ia akrab disapa, kepada para wartawan.
Angka-angka yang ia paparkan memang terlihat solid. Produksi padi nasional diproyeksikan melonjak drastis, dari sekitar 30 juta ton tahun lalu menjadi 34,7 juta ton di tahun ini. Itu kenaikan yang signifikan, bukan sekadar kenaikan biasa.
Di sisi lain, stok di gudang Bulog juga terlihat aman. Cadangan Beras Pemerintah (CBP) disebutkan sudah menembus angka 4 juta ton. Kombinasi antara produksi yang melimpah dan cadangan yang memadai inilah yang menjadi dasar klaim bahwa kebutuhan beras konsumsi utama dalam negeri bisa dipenuhi sendiri. Tanpa perlu lagi mengandalkan kiriman dari luar.
Namun begitu, Zulhas juga memberikan catatan penting. Pencapaian swasembada ini bukan berarti keran impor ditutup total. Tidak semudah itu. Pemerintah masih akan mengimpor beras, tapi untuk segmen yang sangat khusus.
Artikel Terkait
Herdman Blusukan ke Klub, Pelatih Persija Anggap Angin Segar
Trump Ultimatum Iran: Berunding atau Hadapi Serangan Terbesar AS
Prabowo Beri Sinyal: Impor BBM Akan Dikurangi Bertahap Demi Swasembada
Menag Tetapkan Batas Akhir: Obat dan Kosmetik Wajib Bersertifikat Halal Oktober 2026