Dubes UEA Siapkan Bantuan untuk Sumatera, Tunggu Isyarat dari Jakarta

- Sabtu, 06 Desember 2025 | 13:00 WIB
Dubes UEA Siapkan Bantuan untuk Sumatera, Tunggu Isyarat dari Jakarta

Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia, Abdulla Salem Al Dhaheri, menyatakan kesiapan negaranya mendukung penanganan bencana di Sumatera. Pernyataan ini disampaikan menanggapi musibah yang melanda wilayah tersebut. Intinya, UEA terbuka untuk kerja sama kemanusiaan apa pun.

"UEA akan selalu berdiri bersama Indonesia," tegas Abdulla Salem, Sabtu lalu.

Dia menambahkan, komitmen untuk memberikan dukungan penuh serta kerja sama terkait kegiatan kemanusiaan dan penanganan krisis sudah bulat.

Menurutnya, kabinet pemerintah UEA bahkan telah memintanya untuk segera berkoordinasi dengan pihak Indonesia pasca bencana terjadi. "Saya dapat telepon dari kabinet yang meminta saya untuk berkonsultasi dengan Kementerian Luar Negeri di Indonesia," ujar sang Duta Besar.

Di sisi lain, Abdulla menyebut UEA sangat menghormati keputusan Indonesia yang hingga kini belum menetapkan status darurat nasional. Status itu penting sebagai pintu masuk bantuan internasional. Artinya, bantuan dari luar negeri belum bisa diterima secara resmi.

Tapi, kalau saja nanti pemerintah Indonesia membuka diri untuk bantuan asing, posisi UEA sudah jelas.

"Kami akan menjadi yang terdepan untuk Indonesia," katanya tanpa ragu.

Hubungan kedua negara, dalam pandangannya, adalah hubungan persahabatan. "Kita Indonesia dan UEA dianggap sebagai negara-negara bersahabat. Kami akan selalu memenuhi permintaan Indonesia, selama mereka menyatakan bahwa upaya internasional terbuka," jelas Abdulla.

Dia juga punya hubungan personal yang baik dengan sejumlah pemimpin daerah. Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat disebutkannya secara spesifik.

"Saya pribadi memiliki hubungan yang baik dengan pemerintah provinsi-provinsi tersebut. Kami juga akan berkonsultasi dengan mereka, dan kami akan memberikan bantuan," tandasnya.

Jadi, pesannya sederhana: bantuan sudah siap di meja. Tinggal menunggu permintaan resmi dari Jakarta.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar