Prabowo: 50 Helikopter Diterjunkan, 200 Lagi Menyusul untuk Tangani Bencana Sumatera

- Sabtu, 06 Desember 2025 | 11:00 WIB
Prabowo: 50 Helikopter Diterjunkan, 200 Lagi Menyusul untuk Tangani Bencana Sumatera

JAKARTA Langkah pemerintah dalam menangani bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat digambarkan Presiden Prabowo Subianto sebagai pengerahan seluruh kekuatan negara. Tak tanggung-tanggung, sejumlah alat utama sistem senjata (alutsista) pun dikerahkan untuk operasi kemanusiaan ini.

Dalam pidatonya pada peringatan HUT ke-61 Partai Golkar di Istora Senayan, Jumat (5/12/2025) malam, Prabowo tampak bersemangat. Ia menyoroti skala respons yang menurutnya sulit dibayangkan beberapa tahun silam.

“Mungkin beberapa bulan atau beberapa tahun yang lalu tidak ada yang bisa memperkirakan bahwa negara kita mampu mengerahkan 50 helikopter,” ucapnya.

Benar saja. Saat ini, 50 unit helikopter berbagai tipe sudah diterjunkan. Mereka bergerak di daerah-daerah musibah, bertugas mengevakuasi korban, mengangkut logistik, dan mendistribusikan BBM ke wilayah yang terisolasi akibat infrastruktur rusak. Tak cuma helikopter, armada itu diperkuat oleh pesawat angkut berat Hercules C-130J dan Airbus A400 yang baru saja dimiliki Indonesia.

Dan ini baru permulaan. Menurut Prabowo, minggu ini saja datang lima helikopter baru. Rencananya, mulai Januari tahun depan, akan ada tambahan 200 helikopter lagi untuk memperkuat kemampuan tanggap bencana.

“Sekarang 50 helikopter sedang bergerak di daerah musibah. Minggu ini saja datang 5 helikopter baru, dan mulai Januari tahun depan, kita akan datangkan 200 helikopter lagi,” tuturnya.

Kehadiran pesawat-pesawat berkapasitas angkut besar itu rupanya jadi penentu. Mereka memungkinkan bantuan didistribusikan secara masif, khususnya ke titik-titik yang sama sekali tak terjangkau lewat darat. Gabungan kekuatan udara TNI, Polri, dan BNPB ini menunjukkan kontribusi nyata di lapangan.

“Ini membuktikan bahwa alat-alat negara hadir cepat. Negara kita kuat, negara kita utuh, dan kita mampu mengatasi cobaan-cobaan besar,” kata Prabowo, disambut riuh tepuk tangan hadirin.

Di sisi lain, Presiden tak lupa mengajak seluruh peserta berdoa untuk para korban. Musibah ini, baginya, adalah ujian sekaligus bukti nyata kemampuan Indonesia merespons keadaan darurat.

“Kita berkumpul di saat sebagian saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sedang mengalami musibah. Tapi rakyat melihat reaksi pemerintah cepat. Kita sudah buktikan alat-alat negara segera hadir,” ujarnya.

Kemampuan merespons cepat ini, menurut Prabowo, bukanlah sesuatu yang instan. Ia menyinggung soal perencanaan jangka panjang dan keputusan pembelian alutsista yang dulu sempat menuai kritik. Bagi dia, posisi Indonesia di “Ring of Fire” menuntut kesiapan maksimal.

“Untuk apa Prabowo beli alutsista? Untuk apa beli helikopter banyak-banyak? Saudara-saudara, bangsa kita berada di Ring of Fire. Kita tidak bisa kalau ada bencana baru kita cari helikopter di toko. Tidak ada. Pemimpin harus berpikir ke depan,” tegasnya.

Rasa bangga juga ia sampaikan terhadap aparat dan tim darurat di lapangan yang bekerja tanpa henti.

“Kita adalah pemerintah yang bekerja untuk rakyat. Kita merencanakan untuk rakyat, dan kita berani mengambil keputusan untuk kepentingan rakyat,” kata Prabowo.

Pada akhirnya, bencana besar di Sumatera ini adalah duka bersama. Namun di baliknya, ada pengingat penting: Indonesia harus terus memperkuat kemandirian dan kesiapsiagaannya.

“Ini musibah, tapi di sisi lain menguji kita. Dan Alhamdulillah, kita kuat. Kita mengatasi masalah dengan diri kita sendiri,” pungkasnya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar