Penyebabnya tak lain adalah kombinasi rob dan hujan yang mengguyur Jakarta. Kabar baiknya, sejauh ini belum ada laporan warga yang terkena penyakit pasca-genangan. Namun, bantuan dari pemerintah juga belum terlihat.
"Soal bantuan, semua pasti butuh. Tapi ya itu, sampai sekarang belum ada yang masuk," kata Munir.
Merespons pernyataan Gubernur Jakarta yang menyebut hari ini sebagai puncak rob, Munir mengaku berharap prediksi itu benar. Dengan begitu, warga bisa segera kembali beraktivitas normal.
"Semoga saja hari ini nggak separah kemarin. Kemarin airnya meluas sampai ke jalan utama. Harapan saya, kejadian seperti ini jangan terulang lagi untuk warga RW 22," tutupnya penuh harap.
Pemandangan di lokasi menunjukkan permukiman yang terendam, dengan warga lalu-lalang menggunakan sepeda motor atau berjalan kaki menembus genangan. Mereka tampak sudah menemukan ritme sendiri menghadapi rutinitas tahunan ini.
Artikel Terkait
DPR Gelar Rapat Khusus, Polisi Ungkap Foto Pelaku Penyiraman KontraS
Empat Prajurit BAIS TNI Ditahan Terkait Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
Menkes Imbau Pemudik Motor Istirahat Tiap 2-3 Jam untuk Antisipasi Kecelakaan di Jalur Arteri
Askrindo Berangkatkan Ratusan Pemudik Gratis dengan Asuransi Jelang Lebaran 2026