Hal serupa berlaku untuk pasokan BBM. Pemerintah diklaim terus berkoordinasi agar bahan bakar vital itu bisa segera sampai ke lokasi bencana. Bahkan, dengan cara-cara yang tidak biasa.
"Termasuk harus menggunakan cara-cara yang mungkin tidak normal ya," ujar Prasetyo.
"Kan BBM bagaimana kita usahakan bisa dilakukan dropping dari udara karena memang menyesuaikan dengan kondisi bencana yang kita hadapi di lapangan."
Lalu, bagaimana dengan anggaran? Prasetyo juga menjawab ini. Ia memastikan dana untuk penanganan bencana sangat mencukupi. Ada Dana Siap Pakai (DSP) dalam APBN yang dikhususkan untuk kesiapsiagaan bencana. Nilainya disebutkan mencapai lebih dari Rp500 miliar.
Dan jika ternyata perlu tambahan, Presiden sudah memberi instruksi langsung. "Bapak Presiden sudah memberikan instruksi secara langsung, apabila Dana Siap Pakai secara jumlah nominal itu perlu dilakukan penambahan, maka akan dilakukan penambahan. Dan ini juga termasuk berlaku kepada beberapa K/L terkait," jelasnya.
Jadi, untuk sekarang, pemerintah memilih mengandalkan kekuatan sendiri. Sambil tetap berterima kasih pada dunia internasional yang sudah menunjukkan solidaritasnya.
Artikel Terkait
Alessandro Matri Kritik Ambisi Sassuolo: Klub Ini Dibangun untuk Bisnis, Bukan Trofi
Kemenag Dukung Penuh Pembatasan Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 2026
Imsak di Bekasi 04.31 WIB, Kota Bekasi 04.32 WIB
Anggaran 2026 Bergerak Cepat, Belanja Negara Tembus Rp346,1 Triliun di Dua Bulan Pertama