Namun begitu, pengiriman barang saja tidak cukup. TNI AD juga menurunkan personelnya langsung ke lapangan. Tugas mereka jelas: memastikan proses distribusi berjalan tertib, cepat, dan yang paling penting, tepat sasaran. Bantuan ini ditujukan untuk warga di pengungsian dan masyarakat yang masih terisolasi akibat rusaknya infrastruktur.
Sinergi dengan pemerintah daerah, BNPB, dan unsur TNI-Polri setempat terus dijalankan. Kerja sama ini krusial, baik untuk fase tanggap darurat maupun pemulihan jangka panjang pascabencana.
“Dengan berlayarnya Kapal ADRI XCII-BM, TNI AD berharap bantuan dapat segera menjangkau masyarakat hingga ke daerah-daerah terpencil,” kata Kadispenad.
Harapannya, selain memenuhi kebutuhan dasar, upaya ini bisa mempercepat pemulihan kondisi sosial, ekonomi, dan infrastruktur di Sumatera. Sebuah langkah besar yang diharapkan bisa meringankan beban mereka yang terdampak.
(Nur Ichsan Yuniarto)
Artikel Terkait
Yayasan Gates Siapkan Rp150 Triliun, Tapi PHK 500 Karyawan Mengintai
Cipratan Air Banjir Picu Amuk, Warga Koja Berakhir dengan Luka di Wajah
Ekonomi Jerman Akhirnya Tumbuh Tipis, Tapi Beban Ekspor Masih Membelit
Ekspor Mobil Ramah Lingkungan Korsel Tembus Rp1.200 Triliun di Tengah Pergeseran Pasar