Di sisi lain, ia melihat ada kesempatan untuk lebih cermat. Waktu yang dimiliki PSSI sebenarnya cukup longgar. Agenda resmi Timnas berikutnya baru akan dimulai pada FIFA Matchday Maret 2026 mendatang. Itu artinya, masih ada bulan-bulan untuk menimbang dengan matang.
"Sebenarnya waktunya memang masih panjang, saya rasa harus pelan-pelan mencari pelatih, sabar," ujar sang legenda asal Binjai itu.
Kabarnya, sejumlah perwakilan PSSI sudah berada di Eropa untuk mewawancarai kandidat. Proses pencarian suksesor Kluivert memang sedang berlangsung serius. Namun begitu, Peri berharap proses ini tidak terburu-buru. Ia ingin federasi memaksimalkan waktu yang ada untuk observasi dan pertimbangan mendalam.
Pesan terakhirnya jelas. "Jangan salah ambil pelatih seperti kemarin. Yang kemarin, sebagai pemain kualitasnya memang okelah, pemain top, legenda, tapi belum tentu sebagai pelatih berhasil membawa prestasi yang bagus," pungkas Peri Sandria.
Nada keprihatinannya terdengar kuat. Bagi dia, yang terpenting bukan sekadar mendapatkan pelatih berlabel "nama besar", melainkan seseorang yang benar-benar bisa membawa tim nasional melangkah lebih maju.
Artikel Terkait
Yayasan Gates Siapkan Rp150 Triliun, Tapi PHK 500 Karyawan Mengintai
Cipratan Air Banjir Picu Amuk, Warga Koja Berakhir dengan Luka di Wajah
Ekonomi Jerman Akhirnya Tumbuh Tipis, Tapi Beban Ekspor Masih Membelit
Ekspor Mobil Ramah Lingkungan Korsel Tembus Rp1.200 Triliun di Tengah Pergeseran Pasar