Loker bank milik mantan Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina, ternyata menyimpan harta karun yang fantastis. Otoritas antikorupsi (CIC) baru-baru ini menyita hampir 10 kilogram emas dari sana. Nilainya mencapai USD 1,3 juta atau jika dirupiahkan, kira-kira Rp 21,7 miliar.
Penemuan ini tidak terjadi begitu saja. Menurut seorang pejabat senior CIC yang berbicara dengan syarat anonim, mereka baru bisa membuka loker-loker yang telah disita sejak September 2025 lalu setelah mendapatkan lampu hijau dari pengadilan.
“Berdasarkan perintah pengadilan, kami membuka loker-loker tersebut dan menemukan sekitar 9,7 kilogram emas milik mantan perdana menteri,” ujarnya.
Isinya beragam, mulai dari koin emas mengilap, batangan emas padat, hingga perhiasan-perhiasan yang tentunya sangat berharga.
Di sisi lain, gema penyitaan ini langsung ditanggapi oleh Badan Pendapatan Nasional. Mereka dengan cepat meluncurkan penyelidikan terpisah. Fokusnya adalah dugaan penggelapan pajak oleh Hasina. Intinya, mereka ingin memastikan apakah harta emas sebanyak itu pernah dilaporkan dalam surat pajaknya atau justru disembunyikan.
Kondisi ini tentu semakin memperburuk posisi Hasina. Perlu diingat, kekuasaannya runtuh setelah gelombang demonstrasi besar melanda negara itu mulai 2024. Situasi yang memanas itu akhirnya membuatnya memilih untuk kabur ke India.
Dan malang baginya, vonis sudah dijatuhkan. Awal bulan ini, pengadilan Bangladesh memutuskan hukuman mati untuknya. Ia dinyatakan bersalah atas tindakan kekerasan yang menewaskan sejumlah pengunjuk rasa dalam demo besar-besaran tahun 2024 lalu. Hidupnya benar-benar berbalik seratus delapan puluh derajat.
Artikel Terkait
Ratusan Ribu Jemaah Haji Indonesia Tuntaskan Lempar Jumrah Aqabah, Rekor Evakuasi Muzdalifah Tercipta
Polisi Bekuk Komplotan Curanmor yang Beraksi di 10 Lokasi saat Pemilik Nonton Dangdut
BMKG: Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Sulsel pada Siang hingga Malam
Pemerintah Resmi Luncurkan Skema P3NK sebagai Alternatif Pembiayaan Infrastruktur di Tengah Keterbatasan Anggaran