Lalu, ia mempertanyakan langkah konkret Kemenkes untuk wilayah 3T. Khususnya soal ketersediaan tenaga kesehatan yang bisa menangani persalinan.
"Kita gak usah lagi bicara rasio. Kalau bicara rasio, kita taulah, rasio dokter spesialis itu jauh dari cukup. Tapi ibu hamil yang mau melahirkan itu tidak bisa menunggu," tegasnya.
"Mencetak dokter spesialis mungkin butuh 3 tahun. Tapi ibu yang mengandung dan mau melahirkan itu setiap hari pasti ada, setiap beberapa menit mungkin ada. Jadi apa, dalam waktu dekat, yang bisa Kemenkes lakukan untuk ibu-ibu hamil di wilayah 3T agar bisa ditangani dengan baik?"
Charles menekankan, solusinya harus jangka panjang dan sistemik, bukan sekadar tempelan. Aturannya sudah jelas, rumah sakit dan faskes dilarang menolak pasien dalam keadaan darurat. Lantas, bagaimana dengan sanksi untuk keempat rumah sakit tersebut?
Tak hanya itu, ia juga menyoroti peran BPJS dalam kasus Irene. Ada informasi bahwa pasien ditolak karena masalah status kepesertaan.
"Bagaimana BPJS memastikan status peserta tidak lagi jadi penghalang akses layanan? Evaluasinya seperti apa? Apa yang terjadi dan apa yang akan dilakukan?" tanyanya lagi.
Ia menutup pernyataannya dengan nada getir. "Menurut saya, kejadian Ibu Irene ini menggambarkan bahwa masih ada kelalaian. Negara lalai. Ke depan, dengan adanya panja ini, semoga kita bisa menghadirkan solusi yang benar-benar komprehensif."
Artikel Terkait
Bobotoh Kepincut Kapten Persija, Rizky Ridho Jadi Rebutan Jelang Duel Klasik
OKI Kecam Israel: Pengakuan Somaliland Dinilai Langgar Kedaulatan Somalia
Kekejaman di Clay County: Seorang Pria Tewaskan Enam Orang, Termasuk Anak 7 Tahun
Diskon Pajak Bodong di Jakarta Utara, Skema Korupsi Ternyata Berulang