Suasana di sepanjang koridor Jogja–Solo belakangan ini terasa semakin ramai. Jelang libur akhir tahun, geliat masyarakat yang berpindah dari satu kota ke kota lainnya tampak jelas. Bukan cuma di tempat wisata, pusat kuliner dan museum-museum pun ikut sesak oleh pengunjung.
Data dari PT KAI cukup mencengangkan. Sepanjang tahun 2024, KRL Jogja–Solo mengangkut 3,7 juta lebih penumpang. Tapi yang mengejutkan, hanya dalam enam bulan pertama 2025, angka itu sudah terlampaui. Jumlah penumpangnya mencapai 4,4 juta orang. Lonjakan ini tak hanya sekadar angka ia menggambarkan pergeseran pola perjalanan, dari yang awalnya sekadar komuter harian, kini merambah ke aktivitas liburan akhir tahun.
Transportasi “Last-Mile” Kian Dibutuhkan
Meningkatnya mobilitas ini bikin kebutuhan transportasi penghubung dari dan ke stasiun kian besar. Baik untuk urusan kerja, kuliah, atau sekadar jalan-jalan, orang butuh akses yang praktis. Terutama saat jam sibuk atau di masa liburan panjang seperti sekarang.
Menjawab kebutuhan itu, beberapa penyedia layanan transportasi pun berbenah. Salah satu yang banyak dipakai adalah integrasi layanan dalam kota dengan rute antarkota lewat GoTransit. Fitur ini memungkinkan pengguna menghubungkan perjalanan GoCar dengan jadwal KRL hanya dalam satu kali pesan.
Arfiansyah Arfi, Area Head Gojek Yogyakarta, mengungkapkan bahwa pembaruan ini memang ditujukan untuk memudahkan pengguna.
“Ini benar-benar memberikan kemudahan bagi para pengguna dari Jogja ke Solo ataupun juga dari Solo ke Jogja sehingga perjalannya lebih praktis,” ujarnya.
Rekomendasi Destinasi Akhir Tahun
Artikel Terkait
BRI Dukung Program Gentengisasi Prabowo dengan Pembiayaan KUR
KPK Tetapkan Kepala Seksi Intelijen Cukai sebagai Tersangka Baru Kasus Suap Impor
BNPB: Jumlah Pengungsi Bencana di Sumatera Turun Signifikan Jadi 11.250 Orang
Anindya Bakrie Soroti Dumping dan Impor Ilegal sebagai Tantangan Ekspor Tekstil Bebas Bea ke AS