JAKARTA - Hoaks atau kabar bohong ternyata masuk dalam daftar lima besar risiko global menurut World Economic Forum (WEF). Fakta ini diungkapkan oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika, Nezar Patria, dalam sebuah kesempatan di Universitas Tarumanegara, Jakarta Barat, Rabu lalu.
Nezar menyampaikan hal tersebut saat berbicara dalam Sindonews Sharing Session, bagian dari acara iNews Media Group Campus Connect (ICC). Menurutnya, misinformasi dan disinformasi kini tumbuh subur di media sosial. Situasi ini mengancam kohesi sosial serta kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Saya kira bukan cuma Indonesia saja yang menghadapi hal ini," ujarnya.
Dia kemudian merujuk pada laporan WEF. "Kalau kita melihat data dari WEF yang mengeluarkan Global Risks Report 2025, menyebutkan bahwa misinformasi dan disinformasi itu masuk dalam Top 5 Global Risks. Kira-kira ada berada di nomor 3 dari 5 itu."
Memang, temuan semacam ini terasa wajar. Apalagi di era sekarang ini, setiap orang bisa dengan mudah memproduksi dan mendistribusikan informasi lewat media sosial. Berbeda sekali dengan media mainstream yang masih punya proses pemeriksaan fakta.
"Tapi di media sosial orang boleh bebas mewartakan apa saja, meng-upload apa saja, men-share informasi yang dia suka dengan berbagai macam motif," tutur Nezar.
Termasuk, lanjutnya, motif untuk membuat hoaks atau disinformasi dan misinformasi.
Bahkan, Kementerian Kominfo mencatat ada hampir 2.000 konten hoaks yang beredar di media sosial sepanjang tahun 2024.
"Data yang kami temukan, sepanjang 2024 terdapat total 1.923 konten hoaks," jelasnya.
Namun begitu, angka itu mungkin hanya puncak gunung es. Nezar meyakini jumlah sebenarnya pasti lebih dari yang berhasil terdata.
Kekhawatiran ini makin punya dasar kuat. Survei Kominfo menunjukkan 11,9 persen responden mengaku pernah menyebarkan berita hoaks.
"Nah ini menunjukkan bahwa masalahnya tidak hanya pada supply hoaks, tapi juga pada kerentanan yang berada di masyarakat," pungkasnya.
Artikel Terkait
Menkeu Berjanji Beban Pedagang Tahu Tempe Segera Mereda Usai Rupiah Terperosok
Erick Thohir Apresiasi Kemenangan Bersejarah Timnas atas Oman, Ingatkan Fokus ke Laga Lawan Mozambik
Irlandia Resmi Melarang Dua Menteri Israel, Ben Gvir dan Smotrich, Masuk ke Wilayahnya
Seluruh Jemaah Haji Kloter KJT-04 Selamat Terbang ke Tanah Air Usai Pesawat Alami Kendala Teknis di Jeddah