Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Jakarta belakangan ini ternyata menyisakan cerita lain. Tak sedikit pohon tumbang akibat terjangan cuaca ekstrem itu. Merespons kejadian tersebut, Pemprov DKI akhirnya mengambil langkah tegas.
Fajar Sauri, Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menebang 163 pohon yang dinilai sangat berbahaya. Pernyataan ini disampaikannya pada Sabtu (22/11/2025).
Namun begitu, penebangan bukanlah satu-satunya solusi yang diambil. Ribuan pohon lainnya justru mendapatkan perawatan berbeda. Ada yang dipangkas ringan, sedang, hingga berat.
"Untuk 3.566 pohon kami lakukan pemangkasan ringan," jelas Fajar. Angka lainnya juga tak kalah signifikan: 2.426 pohon dapat perawatan sedang, sementara 1.618 pohon harus menjalani pemangkasan berat atau yang biasa disebut toping.
Di sisi lain, upaya pencegahan juga terus digencarkan. Pemeriksaan rutin akan dilakukan terhadap pohon-pohon yang tersebar di lima kota administratif Jakarta. Fajar menegaskan, "Kami tidak hanya memangkas, tapi juga memeriksa kesehatan lebih dari 6.500 pohon untuk deteksi dini."
Langkah ini diharapkan bisa meminimalisir risiko pohon tumbang di kemudian hari, terutama ketika cuaca ekstrem kembali melanda.
(Nur Ichsan Yuniarto)
Artikel Terkait
CFD Kuningan Dimeriahkan Atraksi Ondel-Ondel dan Permainan Tradisional Betawi
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Tambrauw Terbukti Masih Berstatus ASN dan Terima Gaji Ganda
Erick Thohir Apresiasi Keberanian John Herdman Beri Debut Pemain Termuda Timnas Indonesia
Dokter Gia Pratama: Air Putih Murni Kunci Optimalisasi Kerja Ginjal