Tak kalah penting, perhatian juga ditujukan ke desa. Ekonomi desa dinilai sebagai jalur percepatan yang strategis. Lewat koperasi desa, pengembangan potensi pertanian, sampai usaha komunitas yang berkelanjutan. Pemerintah ingin ekosistem baru di tingkat lokal benar-benar tumbuh.
Strategi lain yang digodok adalah program pelatihan cepat. Tujuannya agar keluarga miskin ekstrem bisa segera masuk pasar kerja. Dengan begitu, ketergantungan pada bansos yang menyerap anggaran besar bisa dikurangi.
"Kami sadar, desain kebijakan bisa dibuat di pusat," kata Cak Imin. "Tapi keberhasilan justru lahir dari daerah, di tengah masyarakat."
Tak lupa, UMKM dan ekonomi kreatif juga dapat perhatian serius. Dua sektor ini disebut sebagai tulang punggung pertumbuhan. Salah satu ide konkretnya adalah menciptakan "Pasar 1001 Malam". Ini bukan sekadar pasar biasa. Tujuannya meningkatkan kinerja UMKM dengan memanfaatkan aset-aset tidur pemerintah. Sekaligus jadi laboratorium untuk membentuk ekosistem terpadu yang bikin UMKM naik kelas.
Semua langkah ini, menurut Cak Imin, sejalan dengan arah besar pembangunan yang sudah ditetapkan Presiden Prabowo Subianto. Target 2026 tinggal setahun lagi. Waktunya memang tidak banyak.
Artikel Terkait
David da Silva Siap Tinggalkan Nostalgia, Bawa Malut United Serang Markas Persebaya
Ekonom UI: Defisit APBN 2025 Masih Aman, Bukan Sinyal Krisis
KPK Beberkan Pengembalian Rp 100 Miliar Terkait Kasus Kuota Haji
Kemnaker Tegaskan: Kabar Cairnya BSU 2026 Masih Hoaks, Waspada Penipuan!