Washington – Donald Trump kembali membuat kejutan. Dalam sebuah forum investasi AS-Arab Saudi yang digelar di Washington, Presiden Amerika Serikat itu mengungkapkan keinginannya untuk menunjuk Menteri Keuangannya, Scott Bessent, sebagai ketua Federal Reserve yang baru.
Tapi, rencana itu tampaknya tak akan berjalan mulus. Menurut laporan AP, Kamis (20/11/2025), Bessent sendiri justru menolak tawaran prestisius itu. "Kami mempertimbangkannya untuk posisi Ketua The Fed, namun ia tidak tertarik," ujar Trump dengan nada sedikit kecewa. "Dia lebih suka tetap menjadi menteri Keuangan."
Di sisi lain, sikap kritis Trump terhadap Jerome Powell, sang ketua The Fed saat ini, bukanlah rahasia lagi. Dia kerap menyoroti lambatnya pemangkasan suku bunga acuan yang dilakukan Powell. Padahal, masa jabatan Powell masih cukup panjang, yakni akan berakhir pada Mei 2026.
Yang menarik, meski menolak posisi untuk dirinya sendiri, Bessent justru dipercaya memimpin pencarian kandidat ketua The Fed yang baru. Ironisnya, banyak kalangan justru menilai dia sendiri sebagai calon kuat. Stephen Moore, mantan penasihat ekonomi Gedung Putih, dengan tegas menyatakan, "Dia kandidat papan atas saat ini."
Selain Bessent, setidaknya ada lima nama lain yang masuk dalam bursa calon. Beberapa di antaranya adalah Gubernur The Fed Christopher Waller dan Michelle Bowman, lalu Penasihat Ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett. Tak ketinggalan, mantan Gubernur The Fed Kevin Warsh dan petinggi BlackRock, Rick Rieder, juga disebut-sebut.
Proses seleksi ini tampaknya akan segera memasuki babak penting. Bessent mengungkapkan bahwa Presiden akan bertemu dengan tiga kandidat terakhir pada pertengahan Desember. "Mudah-mudahan ada keputusan sebelum Natal," tutupnya.
Artikel Terkait
Indonesia dan Negara Arab Kecam Keras Pernyataan Dubes AS soal Hak Israel Kuasai Timur Tengah
HIMKI Dorong Pemerintah Perjuangkan Tarif Nol Persen untuk Ekspor Mebel ke AS
KPAI Desak Perlindungan Keluarga Korban Dugaan Penganiayaan oleh Brimob di Maluku
Apindo Minta Pemerintah Pantau Ketat Dampak Kenaikan Tarif Dagang AS