Di sisi lain, BMKG pada 18-21 November 2025 memperkirakan gelombang laut setinggi 1,25 - 2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan. Mulai dari Samudera Hindia barat Lampung, Bengkulu, Kepulauan Mentawai, Aceh, hingga Laut Arafuru bagian utara dan tengah. Bahkan, di Laut Natuna dan Laut Arafuru bagian barat, gelombang bisa mencapai 2,5-4,0 meter. Kondisi ini tentu saja berisiko mengganggu operasional kapal pengangkut BBM milik Pertamina.
Namun begitu, Simon menegaskan bahwa Satgas akan memantau seluruh rantai suplai. Mulai dari terminal, kapal pengangkut, hingga SPBU di berbagai daerah. Koordinasi dengan pemda, aparat keamanan, dan stakeholder terkait juga diperkuat. Semua demi satu hal: pasokan BBM dan LPG tetap aman selama libur panjang nanti.
Jadi, meski laut mungkin tak bersahabat, Pertamina berupaya keras agar masyarakat tak perlu khawatir. Persiapan mereka lebih awal, harapannya distribusi tetap lancar.
Artikel Terkait
BMKG Peringatkan Kemarau Lebih Kering dan Ancaman Karhutla Meningkat pada 2026
Uji Coba B50 Capai 70%, Targetkan Peluncuran Juli 2026
Mensos Salurkan Bantuan Tahap Kedua Rp76,68 Miliar untuk Korban Bencana Aceh Tamiang
KPK Tangkap Bupati Tulungagung, Sita Uang Ratusan Juta Rupiah