Perry menegaskan bahwa waktu dan besaran penurunan suku bunga akan sangat bergantung pada perkembangan dinamika ekonomi global dan domestik ke depan. Menurutnya, kondisi stabilitas nilai tukar rupiah menjadi prasyarat penting sebelum BI dapat melanjutkan pelonggaran moneter.
Tiga Faktor Ketidakpastian Global
Gubernur BI mengidentifikasi tiga faktor utama yang meningkatkan ketidakpastian global dalam dua bulan terakhir:
- Government shutdown Amerika Serikat yang disebut sebagai yang terlama dalam sejarah
- Inflasi AS yang tetap tinggi menyebabkan Federal Reserve bersikap less dovish dalam penurunan Fed Fund Rate
- Meningkatnya ketegangan geopolitik di berbagai belahan dunia
Dalam menghadapi tantangan ini, BI berkomitmen untuk terus memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial yang telah ditempuh selama ini, sembari tetap menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sebagai prioritas utama.
Artikel Terkait
BGN Tindak Tegas 362 Unit Layanan Gizi di Jawa, 41 Diantaranya dalam 5 Hari
Bareskrim Lacak Aset Tersangka Penipuan PT DSI untuk Restitusi Korban Rp2,4 Triliun
Mentan: Stok Beras Nasional Capai 5 Juta Ton, Tertinggi Sejak Indonesia Merdeka
BGN Jelaskan Alasan Anggarkan Rp113 Miliar untuk Jasa Event Organizer