Ekspor India ke AS Tembus 14.5% di Oktober 2025, Bukti Ketahanan Hadapi Tarif Tinggi
Perdagangan internasional India menunjukkan ketahanan yang mengesankan. Data terbaru mengungkapkan ekspor India ke Amerika Serikat justru meningkat 14.5 persen pada Oktober 2025. Lonjakan ini terjadi di tengah tetap berlakunya tarif impor AS setinggi 50 persen yang diberlakukan oleh pemerintahan Donald Trump.
Pemulihan ekspor ini sangat signifikan mengingat pada bulan sebelumnya, pengiriman barang ke pasar terbesar India itu sempat mengalami penurunan tajam. Penurunan itu dipicu oleh pemberlakuan kebijakan tarif 50 persen AS terhadap India, yang mencakup penalti tambahan 25 persen terkait pembelian minyak dari Rusia, mulai 27 Agustus.
Faktor Pendorong Pemulihan Ekspor India
Beberapa faktor kunci mendorong pemulihan ini. Pertama, perusahaan minyak milik India menyepakati peningkatan impor Gas Alam Cair (LNG) dari Amerika Serikat. Kedua, pemerintahan Trump memberikan pembebasan tarif timbal balik untuk banyak komoditas pertanian India, yang membuka peluang baru.
Menurut Ajay Srivastava dari Global Trade Research Initiative (GTRI), sektor-sektor yang terbebas dari tarif, seperti ponsel pintar dan produk farmasi, menunjukkan kinerja yang lebih baik. Meski demikian, ia menyebutkan bahwa ini masih merupakan analisis awal.
Penting untuk dicatat bahwa meski terjadi lonjakan di Oktober, secara keseluruhan, pengiriman ekspor India ke AS dalam periode Mei hingga Oktober masih tercatat turun signifikan, yaitu sebesar 28.4 persen.
Meredanya Ketegangan dan Meningkatnya Kerja Sama Energi
Gelombang ketegangan perdagangan antara kedua negara tampaknya mulai mereda. Indikatornya adalah disepakatinya kesepakatan besar pertama yang memungkinkan perusahaan minyak India memenuhi sekitar 10 persen kebutuhan LNG-nya dari AS. Menteri Perminyakan India, Hardeep Singh Puri, menyebut langkah strategis ini sebagai perkembangan bersejarah yang membuka pasar LNG India yang besar dan berkembang pesat bagi Amerika Serikat.
Langkah ini sejalan dengan desakan pemerintahan Trump agar India meningkatkan pembelian produk minyak bumi AS dan mengurangi ketergantungan pada minyak Rusia. Selama ini, India merupakan salah satu pembeli terbesar minyak mentah Rusia, terutama setelah negara-negara Barat memberlakukan sanksi terhadap Moskow pasca invasi ke Ukraina pada 2022.
Progres Negosiasi Perdagangan India-AS
Negosiasi untuk sebuah kesepakatan perdagangan komprehensif antara India dan AS dilaporkan menunjukkan progres yang cepat. Seorang pejabat senior pemerintah India mengungkapkan bahwa aspek-aspek kunci dari fase pertama kesepakatan tersebut hampir final. Hal ini memberikan sinyal positif bagi kelancaran hubungan ekonomi kedua negara ke depannya.
Kemajuan ini patut disyukuri mengingat sebelumnya perundingan sempat terhenti berbulan-bulan akibat penolakan India untuk memangkas impor minyak dari Rusia.
Manfaat bagi Ekspor Pertanian India
Keuntungan lain bagi India datang dari keputusan AS untuk mencabut tarif timbal balik atas beberapa produk pertanian andalan, seperti teh, kopi, dan rempah-rempah. Langkah kebijakan ini diprediksi oleh para analis akan membebaskan bea masuk untuk ekspor pertanian India ke AS senilai sekitar 1 miliar dolar AS, memberikan angin segar bagi petani dan eksportir di sektor pertanian.
Artikel Terkait
Pramono Anung Tinjau CFD Rasuna Said, 95 Persen Warga Ingin Digelar Permanen
Pemerintah Minta Publik Bersabar Tunggu Pengumuman Skema Baru Bagi Hasil Tambang
Iran Peringatkan Negara Arab agar Tak Izinkan AS Gunakan Wilayah Mereka untuk Serang Iran
Wamen Haji Instruksikan Petugas Siaga Penuh Sambut Jemaah Gelombang Kedua di Madinah