Raja Yordania Undang Indonesia Investasi: Proyek Gas & Logistik Rp21,71 Triliun Dibuka

- Sabtu, 15 November 2025 | 20:45 WIB
Raja Yordania Undang Indonesia Investasi: Proyek Gas & Logistik Rp21,71 Triliun Dibuka
Raja Yordania Undang Indonesia Investasi di Proyek Gas dan Logistik Rp21,71 Triliun

Raja Yordania Undang Indonesia Investasi di Proyek Gas dan Logistik Senilai Rp21,71 Triliun

Raja Abdullah II ibn Al Hussein dari Kerajaan Yordania Hasyimiah secara resmi mengundang Indonesia untuk menanamkan modal dalam sejumlah proyek strategis di negaranya. Tawaran investasi ini mencakup tiga bidang utama, yaitu pipanisasi gas, pembangunan jalan tol, dan pengembangan logistik, dengan total nilai investasi yang ditawarkan mencapai Rp21,71 triliun.

Informasi ini disampaikan langsung oleh Rosan Perkasa Roeslani, CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, usai melakukan pertemuan bilateral dengan Raja Yordania. Dalam pertemuan tersebut, Raja Abdullah II menyampaikan undangan investasi secara langsung.

Rosan menjelaskan rincian dari ketiga proyek yang ditawarkan. Proyek pipanisasi gas merupakan yang terbesar dengan nilai investasi sekitar USD 1 miliar. Sementara itu, proyek pembangunan jalan tol dan pengembangan sistem logistik diperkirakan membutuhkan dana investasi sebesar USD 300 juta.

Sebagai langkah respons, Danantara saat ini sedang melakukan kajian mendalam terhadap proposal investasi ini. Analisis yang dilakukan termasuk menghitung potensi keuntungan dan tingkat pengembalian investasi (return on investment) untuk memastikan kesesuaiannya dengan target kinerja Danantara.

Skema kemitraan yang diusulkan dalam kerja sama ini adalah business to business (B2B). Sebagai tindak lanjut, Raja Abdullah II telah mengundang perwakilan Danantara untuk melakukan kunjungan ke Yordania pada bulan Desember mendatang guna membahas detail lebih lanjut dari rencana kerja sama ini.

Rosan juga mengonfirmasi bahwa dirinya telah ditunjuk sebagai penanggung jawab utama dari pihak Indonesia untuk proyek ini. Dari pihak Yordania, Menteri Investasi Yordania akan menjadi contact person resmi yang menangani kelanjutan kerja sama investasi ini.

Selain tiga proyek baru tersebut, Indonesia dan Yordania juga berencana memperluas kerja sama di sektor fosfat yang telah berjalan. Nilai kerja sama fosfat yang telah terjalin saat ini mencapai USD 250 juta dan dinilai telah memberikan keuntungan yang signifikan bagi kedua belah pihak. Rencana pengembangan termasuk potensi investasi Indonesia di sektor fosfat dan potas di Yordania, yang saat ini sedang dalam tahap penjajakan lebih lanjut.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar