Purbaya Effect Terbukti: Likuiditas & Kredit Perbankan Meningkat, Ekonomi Tumbuh 5,04%

- Jumat, 14 November 2025 | 04:15 WIB
Purbaya Effect Terbukti: Likuiditas & Kredit Perbankan Meningkat, Ekonomi Tumbuh 5,04%
Purbaya Effect: Dampak Kebijakan Fiskal pada Likuiditas dan Kredit Perbankan

Purbaya Effect Mulai Terbukti: Likuiditas dan Kredit Perbankan Meningkat

Kebijakan ekonomi yang dijalankan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dinilai mulai menunjukkan hasil yang positif. Menurut penilaian Chief Economist The Indonesia Economic Intelligence (IEI) Sunarsip, dampak kebijakan ini terutama terlihat dalam peningkatan likuiditas dan pertumbuhan kredit perbankan, sebuah fenomena yang disebut sebagai 'Purbaya Effect'.

Sunarsip menegaskan bahwa efek ini sudah dapat dirasakan. Ia menjelaskan bahwa tanda-tanda awal terlihat dari melonjaknya dana pemerintah pusat di perbankan hingga September 2025. Lonjakan ini mengindikasikan adanya pergerakan fiskal yang lebih aktif di bawah kepemimpinan Purbaya.

Bukti Nyata Pertumbuhan Kredit Perbankan

Dari sisi pembiayaan, data menunjukkan peningkatan yang nyata. Pertumbuhan kredit perbankan tercatat naik dari 6,96 persen pada Agustus 2025 menjadi 7,2 persen. Sunarsip menyoroti bahwa peningkatan ini sebagian besar didorong oleh penyaluran kredit kepada debitur Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang pertumbuhannya sangat signifikan dari 1,09 persen menjadi 10,04 persen.

Inilah yang menjadi dasar pernyataannya bahwa Purbaya Effect sudah bekerja. Menurut analisanya, tanpa kontribusi dari penyaluran kredit ke BUMN ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia mungkin tidak akan mencapai 5,04 persen dan masih berada di bawah angka 5 persen.

Harapan untuk Jangkau Sektor Swasta

Meski menunjukkan hasil yang menggembirakan, Sunarsip menekankan perlunya perluasan dampak kebijakan. Agar efeknya lebih luas, kebijakan fiskal yang dijalankan perlu menjangkau sektor swasta, tidak hanya terbatas pada level korporasi BUMN. Harapannya, fiskal dapat menjadi katalis pertumbuhan untuk sektor privat.

Selain itu, Sunarsip juga mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak bisa hanya bertumpu pada stimulus dari sisi permintaan. Pemerintah perlu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan yang ada di sisi penawaran agar sektor riil dapat bergerak lebih cepat dan mendukung pemulihan ekonomi.

Dengan strategi fiskal yang aktif dan dorongan yang kuat terhadap sektor swasta, Purbaya Effect diyakini dapat menjadi katalis bagi percepatan pemulihan ekonomi nasional secara lebih menyeluruh.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar