Efriza menyarankan jika Projo serius ingin bergabung dengan Gerindra, organisasi ini seharusnya membubarkan diri dan membentuk entitas baru. "Projo dibubarkan, lalu membentuk yang baru dengan membuat nama baru dan kepengurusan baru, jika ingin bergabung dengan Gerindra," tegasnya.
Keraguan Penerimaan Gerindra
Namun, Efriza menyatakan keraguan apakah Gerindra akan menerima Budi Arie dan Projo. Dia juga mempertanyakan kesungguhan permintaan Presiden Prabowo yang meminta Budi Arie bergabung ke Gerindra.
Sejarah Konflik dengan Prabowo
Efriza mengingatkan sejarah hubungan antara Projo dan Prabowo. "Masa iya Presiden Prabowo akan benar-benar senang hatinya menerima Budi Arie dan Projo, sebab pada masa lalu mereka komunikasinya menyatakan menolak Prabowo bergabung di pemerintahan Jokowi setelah Pilpres 2019," ungkapnya.
Dinamika Politik Terkini
Analisis terakhir Efriza menunjukkan kemungkinan strategi politik Projo. "Saat ini ada upaya menghadirkan pemerintahan Prabowo yang mandiri dari Jokowi. Jadi, kemungkinkan ini, sekadar Budi Arie dan Projo sedang berusaha genit ke Prabowo dan Gerindra biar diperhitungkan," tutup Efriza.
Artikel Terkait
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir
Analis Bongkar Agenda Terselubung di Balik Janji Kerja Mati-Matian Jokowi untuk PSI