Buni Yani menekankan bahwa untuk menjawab kecurigaan publik, diperlukan investigasi yang menyeluruh dan transparan oleh KPK. Pengungkapan fakta di lapangan dinilai crucial untuk membuktikan apakah pembengkakan biaya proyek Whoosh ini murni akibat inefisiensi, kesalahan manajemen, atau benar-benar mengandung unsur korupsi.
"Semua pihak menanti langkah konkret KPK demi menjaga kepercayaan masyarakat," tambahnya.
Proyek Whoosh Dikatakan 'Busuk' Sejak Awal
Buni Yani lebih lanjut menyoroti pernyataan kontroversial dari Luhut Binsar Pandjaitan sendiri. Luhut, yang dijuluki sebagai “menteri segala urusan” di era pemerintahan Jokowi dan memegang peran kunci dalam proyek KCJB, pernah mengaku bahwa ia dan tim menerima proyek kereta cepat ini dalam keadaan yang sudah “busuk”.
Pernyataan ini memunculkan pertanyaan kritis. "Seharusnya KPK bisa memanggil Luhut atas pernyataannya itu. Kalau sudah busuk, mengapa proyek terus dilanjutkan?" pungkas Buni Yani.
Dugaan korupsi proyek Whoosh ini terus menjadi sorotan, menunggu tindak lanjut penyelidikan dari lembaga antirasuah.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir