Benarkah Kecurangan Ijazah Jokowi Sudah Terendus Sejak Pilkada DKI?

- Selasa, 21 Oktober 2025 | 13:25 WIB
Benarkah Kecurangan Ijazah Jokowi Sudah Terendus Sejak Pilkada DKI?
Polemik Ijazah Jokowi: Kader PDIP Curigai Perbedaan Foto Sejak Pilgub DKI - Fakta Terbaru

Polemik Ijazah Jokowi: Kader PDIP Curigai Perbedaan Foto Sejak Pilgub DKI

Polemik keaslian ijazah mantan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dari Fakultas Kehutanan UGM kembali mencuat. Kali ini, terungkap bahwa keraguan atas dokumen tersebut ternyata sudah ada sejak lama, bahkan dari dalam internal pendukungnya sendiri.

Kader PDIP Ungkap Kecurigaan Awal Terhadap Ijazah Jokowi

Mantan Ketua Komisi Informasi Provinsi DKI Jakarta, Yulianto Widirahardjo, mengungkapkan fakta mengejutkan. Menurutnya, Denny Iskandar, seorang kader PDIP yang pernah menjadi tim sukses Jokowi pada Pilgub DKI Jakarta, sudah meragukan keaslian ijazah tersebut sejak awal.

Pengakuan ini disampaikan Yulianto dalam sebuah video wawancara bersama pegiat media sosial Tifauzia Tyassuma (Dokter Tifa), pakar telematika Roy Suryo, dan pakar tata negara Refly Harun.

Momen Kecurigaan Saat Pemberkasan Pencalonan

Yulianto menceritakan bahwa kecurigaan pertama muncul saat proses pemberkasan calon gubernur dan wakil gubernur untuk didaftarkan ke KPU DKI Jakarta. Denny Iskandar, yang menerima berkas, langsung menangkap adanya ketidaksesuaian.

"Kok foto ijazah Pak Jokowi berbeda dengan sosok aslinya," ujar Yulianto mengutip perkataan Denny Iskandar.

Lebih lanjut, Yulianto menjelaskan bahwa seluruh berkas pencalonan Jokowi, termasuk ijazah yang sudah dilegalisir, kala itu berasal dari tim Solo. Meskipun fotonya terlihat berbeda, Yulianto menyatakan bahwa tidak ada yang meneliti hal tersebut lebih lanjut pada saat itu.

Klaim ini menambah dimensi baru dalam perdebatan panjang mengenai keaslian ijazah Jokowi UGM yang hingga kini masih menjadi bahan perbincangan publik.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar