Safari politik mantan Presiden Joko Widodo yang dimulai dari Lampung dinilai belum tentu mampu mengangkat elektoral Partai Solidaritas Indonesia hingga lolos ke DPR pada Pemilu 2029. Pengamat komunikasi politik M. Jamiluddin Ritonga menilai harapan itu terlalu tinggi, mengingat respons masyarakat selama kunjungan Jokowi di Lampung tidak menunjukkan antusiasme berarti.
“Selama di Lampung tidak terlihat antusias masyarakat menyambut kedatangan Jokowi. Masyarakat pada umumnya tetap melaksanakan rutinitas kesehariannya,” kata Jamiluddin kepada wartawan di Jakarta, Selasa, 30 Juni 2026.
Kondisi itu berbanding terbalik dengan dukungan masyarakat Lampung pada Pilpres 2019, ketika Jokowi meraih sekitar 59,71 persen suara. Bahkan, dalam kunjungan tersebut sempat muncul aksi penolakan dari sebagian warga. Jamiluddin menilai hal itu mengindikasikan daya tarik politik Jokowi tidak lagi sekuat sebelumnya.
Peluang Jokowi mengerek suara PSI hingga lolos ke Senayan dinilai relatif kecil. Ia bahkan menyebut safari politik Jokowi sarat spekulasi untuk memenuhi ambisi politiknya, sementara hasil yang diperoleh PSI belum tentu sebanding.
Tantangan akan semakin berat apabila PSI membidik basis pemilih nasionalis yang selama ini menjadi kantong suara ‘wong cilik’ yang cenderung loyal pada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. “Kelompok marhaen ini sangat loyal terhadap trah Soekarno, khususnya Megawati Soekarnoputri. Selama PDIP masih dipimpin trah Soekarno, tampaknya sulit bagi Jokowi untuk mengalihkan mereka ke PSI. Karena itu, menargetkan suara yang relatif sama dengan PDIP tampaknya kekeliruan fatal. PSI akan berpeluang tetap menjadi partai gurem,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Jokowi Dinilai Bisa Sandang Gelar Adat dari 38 Provinsi, Asal Ada Dana
Buni Yani Desak Sidang Dokter Tifa Disiarkan Langsung
Safari Politik Jokowi Dinilai Berpotensi Picu Kegaduhan dan Menggoyang Prabowo-Megawati
Safari Politik Jokowi di Lampung: Ritual Adat Dinilai Jadi Instrumen Dongkrak Publisitas PSI