Mantan Ketua Umum PB HMI itu juga menyoroti mentalitas oposis yang rentan karena tak mau ambil risiko menjadi sasaran tembak.
“Mentalitas oposisi ringkih karena dinilai “ora aji” dan “ora melu mukti”. Apalagi prakteknya, acapkali oposisi memang harus menyiapkan diri untuk diperlakukan tidak patut, dan bahkan “dikuyo-kuyo”,” ungkap Anas.
“Artinya, memilih oposisi adalah memasuki episode mimpi buruk politik. Tentu tidak ada partai dan atau politisi yang bercita-cita menekuni episode ini. Kecuali terpaksa,” pungkasnya.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Roy Suryo Sumpah demi Allah, Klaim Lembar Pengesahan Skripsi Jokowi Hilang Saat Diperiksa di UGM
Presiden Prabowo Gerak Cepat, Audit 4 RS di Papua Usai Ibu Hamil Ditolak dan Tewas
Gaya Konfrontatif Ahmad Ali: Strategi atau Bumerang bagi PSI?
Analis Nilai Langkah Hukum Jokowi Soal Ijazah Bisa Jadi Bumerang