MURIANETWORK.COM -Dinamika politik Indonesia ke depan bakal diwarnai kekuatan yang minim oposisi. Koalisi pemerintah diprediksi akan besar dan terlihat dari gemuknya kabinet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Hal tersebut menyedot perhatian Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Anas Urbaningrum. Menurut dia, itu terjadi akibat tingginya transaksional politik dalam Pemilu.
“Ketika politik makin padat modal dan pemilu kian berwajah lautan amplop, maka terminologi oposisi makin bikin ngeri. Menjadi hantu yang harus dihindar-jauhi,” ujar Anas dalam akun media X pribadinya, Kamis (16/5).
Lanjut mantan politisi Demokrat tersebut, menjadi oposisi identik dengan minimnya proyek untuk mendanai aktivitas politik mendatang.
“Sebab menjadi oposisi lalu diartikan sebagai musim kemarau dan tempat yang asing dari sumber2 logistik atau percetakan amplop,” jelasnya.
Artikel Terkait
Roy Suryo Sumpah demi Allah, Klaim Lembar Pengesahan Skripsi Jokowi Hilang Saat Diperiksa di UGM
Presiden Prabowo Gerak Cepat, Audit 4 RS di Papua Usai Ibu Hamil Ditolak dan Tewas
Gaya Konfrontatif Ahmad Ali: Strategi atau Bumerang bagi PSI?
Analis Nilai Langkah Hukum Jokowi Soal Ijazah Bisa Jadi Bumerang